Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Menjadi Photografer Profesional, Kuasai Teknik Berikut Ini

Sekarang saatnya kamu pelajari lebih dalam tentang teknik fotografi profesional yang sering digunakan fotografer master dalam membidik foto. Mari explore lagi teknik fotografi lebih banyak lagi dengan pengetahuan yang lebih luas di bidang fotografi.

1. Fotografi HDR (High Dynamic Range) 
HDR Foto
HDR adalah serangkaian teknik yang digunakan dalam bidang fotografi untuk memproduksi sebuah   jangkauan cahaya dinamis yang lebih besar dibanding menggunakan teknik fotografi standar. Jangkauan dinamis sendiri merupakan rasio antara terang ke gelap. Dengan menggabungkan beberapa foto yang jangkauan dinamisnya berbeda, bayangan dan subyek yang terpapar cahaya sama-sama punya detail yang imbang. Tidak ada yang terlalu gelap atau terlalu terang. Kamera non-HDR hanya bisa mengambil gambar dengan jangkauan pencahayaan terbatas, hasilnya kurang detail pada area gelap atau terang. Sementara teknik HDR mampu menutupi kekurangan ini dengan mengambil banyak foto pada tingkat pencahayaan berbeda dan menggabungkannya untuk menghasilkan foto dengan jangkauan tone yang lebih luas. Foto HDR dapat diolah di Photoshop atau PhotoMatrix. Trik Mendapatkan Foto HDR.


2. Fotografi High Speed
Fotografi High Speed pada dasarnya adalah teknik menangkap gambar dengan shutter yang sangat cepat. Shutter speed untuk fotografi high speed jauh lebih cepat, 1/8000 detik. Dengan shutter speed yang lebih cepat, fotografer bisa membekukan momen dan menghilangkan blur. Mengambil high speed foto harus menggunakan lensa dengan aperture yang lebar, pencahayaan yang terang atau ketepatan pengaturan ISO. Ditambah lagi kamera harus memiliki sensor yang baik, shutter, dan lampu sorot yang baik.

Tujuan dari high speed photography adalah memotret benda yang bergerak cepat dan hanya dapat dilihat oleh kasat mata. Untuk mempelajari fotografi ini, Kamu harus bisa memotret peristiwa dengan mengikuti urutan yang dapat diprediksi. Atau Kamu harus dapat mendeteksi trigger, menunggu event lalu shoot.

Misal, untuk memotret setetes air yang jatuh mengenai  permukaan, pertama yang perlu Kamu ketahui adalah waktu ketika tetesan itu akan mulai jatuh. Berikutnya, Kamu buat  penundaan (delay) antara trigger dan event setelah itu ambil gambar. 

4. Fotografi Soft Focus
Foto soft focus dihasilkan dengan menggunakan kamera khusus yang menciptakan garis lembut di foto sedikit buram dan garis tepi yang tajam. Gaya foto ini sering diibaratkan dengan dreamy atau glamour style yang banyak digunakan untuk fashion atau wedding photography. Ada beberapa kamera modern yang dapat menghasilkan foto soft focus. Atau kamu bisa menggunakan cara yang lebih ekonomis dengan meletakkan lensa soft focus di depan lensa biasa kemudian memberikan efek di photoshop.
 
5. Fotografi Infrared
IR fotografi adalah seni menangkap cahaya yang tak terlihat, sehingga disebut spektrum warna Infra Red. Saat ini sangat memungkinkan untuk memotret IR menggunakan kamera digital. Untuk menghasilkan foto IR, kamu memerlukan filter IR dan juga tripod. Di sini tripod berfungsi sebagai stabilizer saat memotret dengan menggunakan shutter speed yang lambat dan exposure kecil.


Fotografi Fisheye
Fisheye memanfaatkan lensa fisheye dengan pandangan melingkar 180 derajat. Fotografer dapat menghasilkan foto dengan perspektif yang sangat berbeda, baik itu indoor atau outdoor. Angle yang super lebar dengan titik fokus tertentu mampu memberikan warna berbeda di foto yang dihasilkan. Pada awalnya, lensa fisheye dibuat untuk memotret seluruh awan demi kepentingan penelitian di bidang meteorologi.


Luar biasa bukan foto-foto dari para fotografer profesional? Menjadi profesional tidak bisa mudah dicapai dengan cara yang instan. Jika ingin menjadi salah satu fotografer pro dengan karya yang menakjubkan, berlatihlah dengan tekun dan tidak mudah menyerah adalah kunci utamanya.




APA ITU EXPOSURE VALUE (EV) & SETING LOW LIGHT



FotografiPortrait - Saat baru belajar fotografi, banyak yang menganggap bahwa cahaya di dalam ruangan seperti di dalam kantor yang diterangi lampu neon terangnya tidak berbeda jauh dari cahaya matahari sehingga tidak ragu memilih setting ISO rendah (100-200).



Sebenarnya, kondisi cahaya lampu jauh lebih gelap daripada cahaya matahari. Otak dan mata kita bekerja selayaknya AUTO ISO di kamera, otomatis menyesuaikan dengan kondisi cahaya yang ada. Tapi menurut kamera, lampu buatan manusia itu jauh lebih gelap daripada cahaya matahari.
Satuan pengukuran cahaya untuk fotografer biasanya diekspresikan dengan EV (Exposure Value). Nilai yang diberikan bervariasi sesuai dengan ISO yang di set. Meningkatkan ISO 100 menjadi 200 berarti meningkatkan 1 EV.

Exposure Value juga bisa diekspresikan dengan kombinasi dari aperture dan shutter speed dengan asumsi ISO diset ke 100. Di hari yang cerah dengan matahari, nilai EV-nya 15, dengan kombinasi ISO 100, f/16 dan shutter speed 1/125 atau supaya mudah diingat, 1/100 detik. Kombinasi ini sering disebut aturan Sunny 16. Sedangkan di dalam ruangan, seperti di ruangan kantor yang terang, nilai EV berkurang menjadi EV 8 dengan kombinasi ISO 100, f/2.8, 1/30 detik.

Jika memotret di ruangan yang gelap atau mendung sekali, nilai EV turun ke sekitar  EV 5 (ISO 100, f/2.8, 1/4 detik).

Sesaat setelah matahari terbenam, atau disebut juga twilight, akan didapatkan EV 2 (ISO 100, f/2.8, 2 detik).

Cahaya bulan atau malam hari tanpa polusi cahaya dari gedung/pemukiman biasanya sekitar EV -3 sampai -6 (ISO 100, f/2.8, 1 menit s/d 10 menit).


Tentunya, kombinasi dari ISO, aperture dan shutter speed itu bersifat fleksibel, artinya banyak kombinasi yang bisa kita pilih untuk mendapatkan terang gelap yang sama. Contohnya setelan di dalam ruangan yang terang, EV 8 (ISO 100, f/2.8, 1/30 detik) bisa juga diubah menjadi ISO 800, f/5.6, 1/60 detik untuk mendapatkan hasil terang-gelap foto yang sama.

Dengan memahami EV, kita bisa lebih paham mengapa saat memotret di dalam ruangan atau di tempat yang gelap membutuhkan setting yang sangat berbeda dengan di luar ruangan. ISO 100 yang cukup untuk foto outdoor, tidak cukup tinggi untuk di dalam ruangan kecuali saat mengunakan lensa berbukaan besar atau shutter speed yang relatif lambat (beresiko blur jika tidak mengunakan tripod).
Nilai EV biasanya juga sering dihubungkan dengan kemampuan autofocus kamera. Sebagian besar sistem autofocus kamera DSLR bisa bekerja dengan baik di EV -1 sampai +19. Sedangkan ada beberapa kamera profesional yang mampu sampai EV -3 (ruangan yang sangat gelap atau di malam hari dengan penerangan bulan purnama).

sumber : http://www.infofotografi.com

TIPS MEMOTRET STREET DAN HUMAN INTEREST PHOTOGRAPHY


FotografiPortrait - Human interest dan street photography dapat menjadi salah satu jenis fotografi yang memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi fotografer yang tertarik untuk menangkap kondisi kehidupan manusia dalam berbagai kondisi di ruang publik.
Foto human interest umumnya lebih mudah ditemukan di jalanan. Jenis fotografi ini memungkinkan kita untuk menangkap kejadian yang nyata dalam masyarakat.  Jika Anda mulai tertarik ke fotografi human interest/street photography dan sudah memiliki teknik dasar fotografi yang baik, berikut adalah beberapa tips untuk meningkatkan kualitas foto Anda ke tingkat berikutnya.



Jangan Takut Dengan Orang
Nomor satu yang menjadi masalah pada umumnya  adalah adanya rasa canggung atau takut untuk mendekati orang. Ini bisa menjadi masalah yang cukup signifikan karena konsep fotografi ini adalah fokus ke menangkap kegiatan manusia disekitar kita. Cara yang terbaik untuk mengatasi rasa takut Anda, adalah memahami apa yang sebenarnya Anda takut kan ketika Anda mendatangi seseorang – Apakah Anda pikir mereka akan berteriak pada Anda? Apakah Anda pikir mereka akan menyerang Anda? Atau Anda berpikir mereka akan bertindak aneh.

Dalam kenyataannya, saya tidak pernah punya pengalaman buruk atau tidak menyenangkan terhadap saya, tapi saya juga pernah mengalami ada orang yang menolak untuk di foto atau memberi aba-aba supaya tidak merekam aktivitas nya, dan umumnya mereka tidak menyerang atau bertindak kasar, dan untuk itu kita sepatut-nya meminta maaf. Tapi jangan lakukan apa bila Anda merasa ragu mengambil foto karena berada pada daerah kericuhan, atau ada kemungkinan kamera Anda akan dirampas.

Ada dua metode untuk mengambil foto dari seseorang; salah satunya adalah dengan meminta izin mereka, dan yang lainnya adalah untuk tidak meminta izin mereka. Gampang dan sederhana, kan? Jelas, meminta izin mereka akan membunuh momen candid, tetapi Anda dapat memperoleh beberapa potret yang sangat baik dari situasi, bahkan kadang mereka mau kita arahkan. Kita bisa memulainya dengan menyapa terlebih dahulu dengan ramah dan berinisiatif untuk membuka pembicaraan lebih dahulu, dan selanjutnya segalanya akan berjalan dengan lancar.

Ketika orang melihat kamera Anda, kadang mereka menanyakan mengapa Anda mengambil foto, dan apakah niat Anda baik. Jika Anda mengambil snapshot dari seseorang dan mereka melihat Anda, maka tersenyum lah padanya sembari meng anggukan kan kepala Anda. Tindakan sederhana seperti ini mengirimkan sinyal positif dan membantu untuk menghibur orang-orang yang mungkin waspada/curiga. Jika seseorang bertanya mengapa Anda mengambil foto mereka, katakanlah dengan jujur bahwa dia sangat menarik dan bagus diabadikan dalam fotografi, atau memang Anda menyukai gaya rambut nya, pakaian yang dikenakan nya, atau kebetulan cahaya sinar yang jatuh padanya sangat artistik. Jika Anda memutuskan untuk mendekati seseorang untuk sebuah foto, pastikan untuk tersenyum dan bawalah ke suasana kegembiraan dalam berkomunikasi. Kuncinya adalah untuk menempatkan orang-orang merasa lebih santai dan akrab.

Jangan ragu dalam mengabadikan momen, karena akan membuang banyak waktu. Maka itu, jangan terlalu banyak menimbang-nimbang, segera lah pergi ke jalanan dan mulai lah mengambil beberapa gambar foto, dengan demikian Anda akan menjadi lebih percaya diri. Ingatlah untuk selalu tersenyum dan jujur dengan subjek Anda; Mereka mungkin waspada terhadap situasi, tetapi seluruh sikap dan bahasa tubuh Anda akan membawa ke situasi bersahabat. Juga, pastikan untuk membawa kartu nama Anda, mungkin saja banyak orang ingin melihat snapshot mereka setelah itu dikembangkan bila anda adalah fotografer profesional.

Belajarlah untuk mencari Momen
Banyak fotografer terutama pemula tidak tahu mau foto apa atau bagaimana harus mengabadikan momen saat pertama kali mereka keluar ke jalanan. Jujur saya pun tidak dapat memberitahukan Anda gambar/suasana apa yang tepat yang harus Anda ambil. Memang untuk Street photography lebih mudah dibanding Human Interest foto secara candid, tapi saya cenderung untuk fokus pada apa yang sedang dilakukan orang dan ekspresi dari wajah mereka. Bagi saya, emosi adalah bagian besar dari foto kemanusiaan atau foto jalanan; Saya mencoba untuk menangkap suasana ceria atau suasana sendu dengan kamera saya. Saya harus jeli untuk melihat apa yang orang-orang di sekitar saya rasakan. Ada situasi ceria bersama-sama sambil minum kopi, ada suasana seorang yang letih dengan kesibukan hari-hari nya, atau seorang pria sedang melamun dan tenggelam dalam khayalannya – semua rentang emosi itulah yang ingin saya tangkap.
Saya suka mengabadikan foto-foto orang sedang sibuk dengan dirinya atau dengan yang dikerjakannya, membaca, berjualan, bertransaksi, dll. Saya juga suka mencari subjek lingkungan yang kontras, seperti seorang penjaja makanan/minuman bersahaja diantara gedung-gedung mewah. Prinsipnya, Anda harus menemukan minat dan memotret sesuai selera Anda sendiri.

Belajarlah untuk Menunggu Momen
Mungkin tip ini cukup berguna walaupun membutuhkan waktu dan kesabaran, Anda harus belajar untuk bersabar menunggu waktu untuk mendapatkan saat yang tepat. Kecuali Anda berada di jalan-jalan kota metropolitan utama yang ramai dengan orang ber lalu lalang, kemungkinan mendapatkan foto dengan momen yang tepat sulit didapat. Namun, Anda dapat meningkatkan peluang Anda dengan mencari daerah di mana cahaya atau latar belakang sempurna seperti yang Anda suka dan kemudian menunggu.
Kemungkinannya adalah ada seseorang akan berjalan kearah Anda, dan kemudian Anda dapat mengambil gambar dengan momen yang pas jika Anda cukup beruntung.
Banyak momen bagus terjadi disekitar Anda, tapi gunakan mata Anda untuk mencatat titik menarik – daerah yang cahayanya kuat atau latar belakang yang menarik, dan kemudian menunggu subjek Anda berjalan ke frame Anda. Seperti pada pepatah, “Biarkan mereka datang kepada Anda”.

Ambil Close-up Orang
Mayoritas street photography saat ini biasanya diambil dari jarak yang cukup jauh, dengan menggunakan tele atau wide. Menggunakan lensa zoom menjadikan kita mudah terlihat karena fisiknya yang relatif besar Namun, apakah Anda tahu bahwa Anda dapat mengambil foto close-up dari orang tanpa mereka menyadarinya?
Salah satu metode yang dapat dilakukan adalah untuk berdiri dekat dengan seseorang dan mengambil beberapa gambar dari sesuatu diatas atas mereka sekali berpura-pura meninjau hasil (mungkin daun pohon, iklan, kreatiflah). Kemudian, ketika subjek anda lengah Anda turunkan kebawah, dan langsung membidik. Banyak orang akan berpikir bahwa Anda telah mengambil gambar dari sesuatu yang lain diatasnya dan kemudian meninjau gambar. Dengan demikian Anda dapat memperoleh beberapa gambar memukau secara dekat.
Pilihan lain adalah dengan berpura-pura mengambil pemandangan di belakang subjek, kemudian dengan cepat bidik foto itu saat Anda melewati subjek. Penting untuk dicatat bahwa karena gerakan tangan Anda, Anda akan membutuhkan kecepatan rana yang relatif cepat untuk trik ini.
Dapat juga memanfaatkan fasilitas kamera Anda, misalkan kamera Anda mempunyai kemampuan built-in Wi-Fi. Anda bisa membidik kan kamera anda dengan menggunakan ponsel anda seolah olah anda sedang beselancar dalam ponsel. Dengan cara menggantung kamera di leher Anda, dan melakukan remote control dari smartphone Anda, dan kemudian bidik tanpa orang menyadari apa yang Anda lakukan. Saya tidak bisa bicara untuk semua produsen kamera dan aplikasi mobile, tetapi aplikasi iOS dan Android memungkinkan kontrol manual penuh atas beberapa tipe unit kamera.
Terakhir yang saya lakukan adalah menggunakan mode senyap dan layar pengamat sentuh pada posisi horizontal, saya dapat mengendalikan semua fitur kamera saya dan memfokus dimana saja saya inginkan dengan bidikan senyap sehingga walaupun subjek kita berada 1m dalam suasana hening pun mereka tidak akan menyadarinya.
Tips ini tidak akan selalu berhasil, tetapi dapat menjadi cara yang sangat baik untuk mencoba dan mendapatkan close-up foto yang Anda inginkan.

Foto Jalanan Tidak Selalu Sempurna
Terakhir, Anda harus memaklumi bahwa tidak semua fotografi jalanan sempurna. Sementara banyak bentuk lain dari fotografi memungkinkan Anda untuk mengatur komposisi ideal sebelumnya, terkadang saat sedang melakukan candid Anda harus memutuskan dalam hitungan detik. Akibatnya, foto mungkin sedikit kabur atau fokus tidak 100% tepat – jangan khawatir, yang terpenting anda telah berhasil merekam kejadian kemanusiaan dijalanan sesuai dengan intuisi Anda.
Meskipun Anda dapat memperoleh hasil yang bagus dari perburuan Anda di jalanan, bisa saja beberapa foto Anda yang terbaik mungkin secara ‘teknis’ tidak sempurna. Jangan menyerah dan nikmatilah apa yang telah Anda lakukan. Karena Anda menangkap manusia dengan lensa.

Sumber : http://www.infofotografi.com



MENGOPTIMALKAN LENSA KIT



FotografiPotrait. Lensa apa yang anda miliki....? Standar, tele atau makro. Apapun jenis lensa yang anda miliki, anda dapat mengoptimalkannya. Yang penting, Anda memahami untuk keperluan apa fungsi lensayang Anda miliki tersebut, termasuk lensa kit bawaan bundel kamera saat Anda membeli paket kamera.

Lantas bagaimana mendayagunakan lensa kit...?
Banyak pehobi menggunakan lensa kit untuk memotret, baik karena keterbatasan pilihan maunpun dana (  pitih). Lensa kit biasanya cukup untuk menjangkau jarak fokus normal dari 18-55 mm. Selain harganya terjangkau lensa ini cocok dengan banyak fitur kamera.

Anda perlu juga memahami keterbatasan penggunanaan Lensa Kit.  Pertama lensa kit biasanya memiliki aperture maksimal yang kecil, jadi cahasa yang masuk tak sebanyak lensa cepat.

Anda akan memerlukan pencahayaan yang cukup jika ingin memotret dengan kecepatan shutter yang sanggup membekukan gerakan dan menaikkan ISO pada kondisi pencahayaan yang lebih gelap, yang bisa berakibat menurukan kualitas gambar.

Yang kedua, lensa kit kemungkinan bukan lensa yang paling tajam. Lensa kit dapat berfungsi secara optimal dengan menurunkan aperture pada kisaran nilai tengan (f/8 -f/10), yang boleh jadi akan semakin menambah masalah pertama.

Ketiga, lensa kit juga bukan lensa tercepat dalam menemukan fokus, untuk mempercepat autofocus mengunci objek bergerak, sebelum mengubah dalam posisi auto, aturlah terlebih dahulu prafokus pada titik di tempat Anda ingin menangkap objek.

Demikian tips fotografi kali ini semoga bermamfaat.(adm)

Daftar Pustaka "Segala Hal Tentang LENSA" creativePHOTOGRAPHY

CLOSE UP FOTO


Selena Gomez by wallpaperstock.net


Fotografi Portrait - Apa yang setiap fotografer harus dihadapi. memoto close up ini tidak mudah dilakukan, karena banyak orang berpikir cukup untuk hanya meminta orang tersebut untuk tersenyum dan menunggu dijepret.Foto close - up jauh lebih rumit. Jika Anda akan melakukan gambar tersebut pada sebuah permintaan pesanan, Anda harus meluangkan beberapa menit untuk membaca artikel ini.

Jadi, apa yang harus Anda perhatikan, akan membuat close up fotografi?

1. Pilih latar belakang yang tepat
    Latar belakang benar dipilih harus fokus pada pengamat orang yang anda potret.

2. Fokus pada mata
    Seperti kata pepatah "mata adalah cermin dari jiwa manusia". Menyoroti mata, jangan lupa tentang emosi       Anda dapat meminta orang untuk tersenyum, cemberut, menggambarkan kemarahan, dll.

3. Lighting,
    pencahayaan lebih intinya adalah bahwa pencahayaan memainkan peran yang sangat penting
    dalam menciptakan kualitas foto portret. By the way dengan cahaya matahari akan cukup sulit untuk
    pengembilan gambar untuk itu oenggunaan peralatan tambahan untuk lighting akan sangat membantu
    untuk mendapatkan kualitas foto yang terbaik.   
    
4. Positioning
    Posisi benar dipilih untuk memotret adalah kriteria kunci lain untuk mendapatkan foto close-up yang baik.
    Jangan membatasi diri anda untuk foto horizontal atau vertikal. Cobalah mengambil gambar dari sudut
    yang berbeda, mendapatkan komposisi frame yang berbeda.

Sebenarnya dengan kondisi seperti ini, kita sebagai fotografer jadi harus belajar lagi untuk mengkreasikan pose atau gaya yang bisa diterapkan untuk foto close up tersebut agar hasilnya bisa lebih memuaskan para klien. Ada sedikit tips untuk foto close up :

- Gunakan lensa paling sedikit 80 mm ke atas untuk memotret close up agar terhindar dari efek distorsi.

- Berikan pose seluruh badan pada sang model kemudian shot dengan komposisi close up. Hal ini bertujuan
  agar pose sang model bisa lebih luwes jatuhnya.

- Gunakan elemen yang ada di studio untuk menciptakan pose-pose yang lebih variatif. Misalnya; elemen
  dari pakaian, aksesoris, properti studio dan lain-lain.

Sekian sedikit tips untuk berekspresi anda dalam memotret semoga dapat bermamfaat. slam jepret..

MEMOTRET SI BUAH HATI





Yogyakarta Memotret anak-anak adalah sesuatu yang mengasyikkan. Ekspresi lucu dan alami serta polah yang menggemaskan merupakan daya tarik utama mereka. Namun membuat semua daya tarik tadi bisa terlihat di foto adalah tantangan tersendiri karena memotret bayi ibarat memotret hewan di alam liar. Tips memotret anak kecil serta memotret ekpresi anak-anak atau bayi yang menyenangkan. Ekspresi anak kecil akan memancarkan pesona tersendiri dari wajah dan bahasa tubuh anak-anal tersebut. Dunia kecil miliknya yang tak dapat dimasuki oleh manusia membuat anak-anak semakin special.

Pekerjaan yang mengasyikkan adalah memotret anak-anak atau bayi. Namun jika kita tidak memiliki kesabaran yang lebih, memotret anak kecil malah membuat kita stres karena ulah anak-anak yang susah untuk diatur. Namun ekspresi lucu dan alami serta polah yang menggemaskan merupakan daya tarik sendiri memotret anak kecil.
Cara memotret bayi & anak kecil tidak bisa dengan paksaan, akan tetapi butuh pendekatan dan mencoba mendekat ke dunia mereka untuk berinteraksi. Jika hal tersebut sudah dilakukan, untuk mengabadikan ekspresi anak kecil akan mendapatkan kemudahan.

Salah satu tips memotret anak kecil yang bisa diaplikasikan saat memotret anak-anak adalah, memotret pada ‘eye-level’ bayi tersebut. Ada banyak foto bayi yang diambil dari angle atas, sekitar 2-3 meter diatas bayi tersebut, jika boleh kami mengatakan, angle pemotretan bayi dari atas akan membuat bayi lucu tersebut tampak lebih kecil dan mirip dengan mainan.
Hindari menggunakan sinar flash yang memungkinkan dapat menggangu konsentrasi si anak, untuk itu gunakanlah cahaya sekitar ( Natural light ). Berikut adalah tips dan trik untuk memotret anak kecil tersebut.



Tips Memotret Anak Kecil & Bayi
  1. Sabar Menunggu Momen yang Tepat Anak-anak biasanya aktif dan tidak selalu bersedia untuk mendengarkan instruksi, sehingga mereka seakan menjadi bos selama pemotretan. Bicaralah dengan mereka, bangun hubungan dengan mereka dalam waktu yang singkat, sehingga mereka merasa nyaman dengan kehadiran Anda. Perhatikan mereka dan Anda harus siap dengan kamera Anda untuk saat-saat yang baik untuk dipotret, untuk hal ini dibutuhkan kesabaran agar mendapatkan momen yang baik dan menarik untuk dipotret, jangan lakukan dengan terburu-buru karena akan menghasilkan foto yang biasa-biasa saja.
  2. Foto Anak Kecil Saat Mereka Bermain dengan Mainan Anak-anak biasanya sangat melekat pada mainannya, terutama mainan favorit mereka. Potret lah mereka saat bermain dengan mainannya dan cari momen yang menunjukkan hubungan ketertarikan antara mereka dan mainannya. Jika Anda ingin, Anda bisa fokus pada tangan mereka saat bermain dengan mainannya saja tanpa memotret wajahnya.
  3. Perhatikan Latar Belakang (Background) dan Latar Depan (Foreground) Kecuali ada tujuan khusus, hindari pemotretan di lingkungan dengan latar depan dan latar belakang yang berantakan dan yang tidak diinginkan. Hindari memiliki sesuatu vertikal di belakang mereka yang akan terlihat seperti seolah-olah itu muncul dari kepala mereka. Objek utama yang Anda perhatikan adalah anak-anak, maka hilangkan objek yang tidak diinginkan untuk menekankan perhatian pada objek.
  4. Warna Itu Penting Jika Anda tahu tempat yang akan Anda tuju, rencanakan secara matang dengan memilih kombinasi yang baik dari warna antara pakaian anak-anak dan latar belakang / sekitarnya. Hindari memakai warna yang sama / serupa dengan lingkungan, karena akan membuat anak-anak kurang menonjol dalam foto.
  5. Lakukan Pemotretan di Pagi atau Sore Hari Saat memotret di luar ruangan, sebaiknya dilakukan di pagi atau sore ketika sudut matahari rendah dan kualitas cahaya lebih baik dan lebih lembut. Jika tidak memiliki pilihan selain memotret pada saat sudut matahari tinggi di waktu tengah hari, cobalah mencari tempat teduh di bawah pohon atau di mana matahari terhalang oleh gedung-gedung tinggi.
  6. Gunakan Jendela atau Tirai Untuk Mengurangi Cahaya Saat pemotretan dilakukan di dalam rumah, usahakan posisi anak di dekat jendela dengan wajahnya menghadap jendela atau salah satu sisi wajahnya diterangi cahaya dari jendela. Jika Anda memiliki tirai putih yang tipis, gunakan tirai tersebut untuk menyebarkan cahaya dan buat pencahayaan yang lembut jika diperlukan.
  7. Fokus Pada Mata Mereka Bagian terindah dari anak-anak adalah mata, untuk itu cobalah lakukan pemotretan dengan fokus pada mata mereka ketika Anda memotret dengan sudut pada wajah. 
  8. Carilah Ekspresi, Emosi dan HubunganMenangkap ekspresi anak-anak, emosi dan hubungan mereka dengan orang tua atau teman akan membantu membuat foto yang lebih baik dan bercerita. Jadi carilah wajah-wajah lucu, tawa, tawa dan bahkan menangis. 
  9. Rule of ThirdCobalah berkreasi dengan komposisi. Jika Anda biasa memotret anak dengan menempatkan mereka di tengah foto, coba lakukan pendekatan yang berbeda sekarang. Tempatkan posisi mereka dengan mengikuti Rule of Third (posisi mereka ada di titik persimpangan garis jika bidang foto dibagi menjadi 9 bagian yang sama besar).  
  10. Sejajarkan Posisi Kamera Dengan Mata MerekaMemotret anak-anak dari sudut yang tinggi menciptakan perspektif tidak menyenangkan. Bawa posisi kamera Anda sejajar mata mereka dengan cara jongkok atau berbaring.

Kunci sukses tips memotret bayi & anak kecil adalah menjadi seperti mereka. Kita harus mengeluarkan sisi kekanakan kita. Lakukan pendekatan melalui semangat bermain dan kita akan mendapatkan foto anak-anak yang berasal dari “dunia mereka”. Selamat Mencoba !(fr)

TEKNIK LOW KEYS LIGHTING UNTUK PORTRAIT

Yogyakarta : Maksud low key lighting adalah fotografi yang nuansa cahayanya gelap, begitu juga dengan arti high key adalah fotografi yang nuansa cahayanya terang.Teknik low key lighting sendiri lebih sering digunakan untuk memotret portrait (manusia), terutama dalam setting studio/indoor, dimana fotografer mengendalikan penuh sifat cahaya, arah, penyebaran, dan intensitas cahaya.Dalam teknik low key photography tidak selalu menggunakan sedikit lampu/sumber pencahayaan, low key lighting dapat juga menggunakan lebih dari banyak lampu dan atau aksesori pemantul cahaya (reflektor/cermin). Tujuannya untuk mengangkat detil pada beberapa bagian pada subyek/obyek foto.

Low Key lighting akan menonjolkan kontras dari sebuah objek foto. Bedanya terletak pada eksekusi serta hasil akhir. Pada foto low key lighting karena pencayahaan sangat minim, maka hanya ditekankan pada bagian-bagian tertentu objek foto. Baca juga Dasar Lighting dalam Fotografi.



Kapan waktu yang tepat belajar fotografi menggunakan teknik low key lighting ? teknik ini cocok untuk memberikan nuansa misterius, kesedihan ke dalam foto. Biasanya digunakan untuk foto kedukaan, portrait misterius, dan yang tema foto yang menyeramkan (horror). Namun low-key sering juga pada pemotretan arsitektur, still-life dan lainnya.

Cara memotret dengan low key adalah mempersiapkan latar belakang yang bernuansa gelap, seperti hitam atau warna gelap lainnya. Pengaturan exposure tidak harus di nol, tapi justru agak digelapkan supaya suasana gelapnya lebih kentara.

Untuk mencoba teknik low key ini dapat dimulai dengan menggunakan satu sumber pencahayaan dan latar belakang kain hitam atau warna lain yang gelap berwarna tua. Untuk portraiture, subyek/model mengenakan pakaian hitam atau warna gelap (Low Key Photography juga dikenal dengan istilah Black on Black). Tujuannya untuk mengutamakan wajah subyek/model kita “muncul” pada foto.

Untuk pemotretan portrait low key, biasanya tantangannya adalah mengarahkan cahaya ke bagian yang bagus dan membatasi cahaya untuk tidak menerangi hal-hal yang tidak diinginkan. Pose dan ekspresi subjek juga menentukan keberhasilan foto low key. Perlu komunikasi dan kerjasama antara fotografer dan subjek foto yang baik untuk menghasilkan foto low key yang menarik.

Dalam Low Key Lighting Photography, teknik Single Lighting ini dapat dikembangkan dengan menambahkan lampu untuk menyinari rambut atau bagian dari tubuh subyek/model kita untuk memisahkannya dengan latar belakang (hair light atau rim light). Berikut detail tips low key lighting :

Tips Cara Memotret Low Key Lighting
  1. Tentukan lokasi dengan kondisi cahaya yang tidak berlebihan, bahkan remang-remang juga lebih mudah untuk memotret low key. 
  2. Gunakan satu sumber cahaya, baik cahaya buatan atau cahaya alami (natural light) yang bisa bersumber  dari jendela, lampu belajar Dll. Atur posisi subjek yang akan difoto hingga mendapatkan efek yang dramastis. Anda juga bisa menggunakan reflector untuk mendapatkan efek cahaya yang lebih bagus.
  3. Atur exposure jika hasil foto terasa gelap ataupun sebaliknya. Kombinasikan setingan aperture, ISO dan kecepatan rana kamera Anda atau biasa disebut setiga exposure. 
  4. Low key portrait dapat terlihat lebih dramastis bila menggunakan satu cahaya dari samping, untuk itu jangan  menggunakan flash kamera digital Anda, matikan flash kamera saat memotret low key portrait.
  5. Foto jenis apapun, komposisi menjadi peranan yang penting. Atur komposisi foto portrait Anda. Dalam hal ini Anda bebas bereksperimen untuk mengatur komposisi subjeknya. Foto portrait yang tidak melakukan eye contact langsung dengan kamera juga bisa membuat foto low key portrait lebih dramastis. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa mendapatkan ekspresi atau momen-momen menarik yang tak terduga.

Demikian penjelasan sederhana tips fotografi tentang teknik fotografi low key lighting untuk foto portrait semoga dapat meningkatkan kemampuan para pembaca dalam memotret (fr)

sumber : tipsfotografi.net

TIPS MEMOTRET MODEL AGAR LEBIH TERLIHAT CANTIK

Yogyakarta Menurut Seorang Fotografer terkemuka di Indonesia Arbain Rambey, Bagi pecinta fotografi namanya sudah tak asing lagi. Dalam acara tayangan tv berjudul yang diambil dari nama dia sendiri "Klik Arbain" yang ditayangkan kompas.tv. Pada episode Photo Portrait menjelaskan bahwasanya dalam Foto portrait atau portraitur merupakan kegiatan memotret manusia dengan segala karakternya. Foto portrait sendiri hampir seusia dengan fotografi sendiri. Karena pada awalnya fotografi memang diciptakan untuk memotret manusia.



Melalui foto portrait kita dapat menegaskan karakter manusia yang kita potret dengan banyak cara. Salah satunya dengan mengatur pencahayaan. Kita dapat mengatur cahaya yang tegas untuk memotret laki-laki dan cahaya yang lembut untuk perempuan. Kita juga dapat mengatur angle foto tersebut. Ada tiga jenis angle yang bisa didapatkan yaitu wajah, separuh wajah, dan seluruh tubuh. 

Sebuah foto portrait harus menampilkan karakter dari sang model. Salah satu cara yang dapat dilakukan fotografer adalah dengan melakukan directing atau pengarahan. Kita dapat mengeksplorasi dari berbagai sudut untuk memunculkan karakter sang model. Cara menentukan sudut terbaik seorang model sangat berkaitan erat dengan pengalaman dan jam terbang fotografer. Fotografer pemula dapat melatihnya dengan sering melihat foto portrait karya orang lain dan mempelajari karakter fotonya. 

Apabila menemukan seorang model yang sulit untuk diarahkan, fotografer dapat memotret sosok itu dengan apa adanya. Hasilnya pun akan terlihat natural. Foto portrait juga sering digunakan dalam dunia jurnalistik. Terkadang wartawan tidak dapat membawa peralatan foto lengkap seperti lampu. Padahal wartawan sering menjumpai kendala seperti kekurangan cahaya saat memotret. Arbain Rambey akan berbagi tips untuk menyiasati hal tersebut.Demikian tips ini disampaikan semoga bermamfaat. (fr)

TIPS DASAR MENGUASAI FOTOGRAFI

    
Fotografi adalah sesuatu yang menyenangkan dan menarik bagi semua orang dengan berbagai usia dan latar belakang yang berbeda – beda. Apalagi saat ini didukung oleh kemajuan teknologi pada beberapata tahun terakhir ini, fotografi menjadi semakin mudah dipelajari dan semakin variatif namun tetap dengan semangat sungguh - sungguh. 

Dahulu anggapan bahwa hobi terhadap seni fotografi hanya untuk golongan tertentu (menengah ke atas). Dahulu Anggapan tersebut mungkin ada benarnya. Hal ini terkait dengan mahalnya harga unit kamera SLR (Single Lens Reflect), aksesoris serta penggunaan media film dalam operasionalnya.

Zaman Sekarang siapa yang tidak mengenal kamera? Anak kecil zaman sekarang pun sudah terbiasa memegang dan bergaya di hadapan kamera. Yang perlu dilakukanhanyalah menekan satu tombol, momen yang ingin disimpan dapat tertangkapoleh kamera. Pada hakikatnya, fotografi merupakan teknik untuk menghasilkan gambar yang tahan lama melalui suatu reaksi kimia yang terjadi, ketika cahaya menyentuh permukaan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Untuk itu berikut ini tips dasar fotografi untuk pemula yang ingin memulai menekuni seni fotografi:

1. Kamera
Jauh sebelum anda mempelajari fotografi, hal paling penting adalah anda harus memiliki kamera – apapun jenisnya. Namun bagi Anda yang belum mampun membeli kamera, bisa diakali dengan meminjam ataupun patungan. Syarat dasar keberadaan perangkat ini dimaksudkan untuk memudahkan anda dalam mengenal dan mempraktekan teknik-teknik dasar fotografi.

2.Pengenalan Teknik Dasar
Teknik-teknik dasar yang wajib Anda kuasai sebagai langkah awal anda menekuni seni/hobi fotografi adalah Deep Of Field (DOF), Silhouette, Backlight, Foto Outdoor (ideal dilakukan antara pukul 07.00 - 10.00), Eksposure (Aperture/Diafragma, Speed, ISO/ASA), Komposisi.

3.Wawasan
Untuk lebih mengikuti perkembangan teknik fotografi, ada baiknya anda selalu meng-update wawasan anda melalui majalah, pameran, workshop, searching internet, serta komunitas fotografi.

4.Praktek

Semakin tinggi jam terbang anda dalam menggunakan kamera anda,semakin handal foto-foto hasil bidikan anda. Anda bisa melakukannya dengan hunting ke obyek-obyek yang berbeda supaya tidak
membosankan, seperti bangunan kolonial/tradisional (composition),sawah/pedesaan (landscape),pasar (human interest) atau pantai (silhouette).

Selamat beraksi….

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Fotografi Portrait - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger