Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

FOTO REFERENSI PHOTOGRAFI PORTRAIT




FotografiPortrait - Objek yang paling menarik bagi fotografer mungkin seorang model perempuan. Lima fotografer akan mengambil gambar dari orang yang sama cukup berbeda.

Tidak ada hal-hal sepele dalam sebuah karya potret fotografer. Pose model, latar belakang, lampu, cermin - tergantung pada kualitas photoportrait tersebut. Namun faktor yang lebih penting adalah suasana model, kondisi dan emansipasi internal. Ini menunjukkan beberapa keterampilan tak terduga yang dibutuhkan untuk Portrait fotografer. Dia harus menjadi seorang psikolog, memiliki rasa humor yang baik, kemampuan untuk menciptakan suasana dan mood model.

Anda akan melihat karya-karya fotografer potret yang luar biasa dari waktu kita, dan belajar pelajaran fotografi potret.

Fotografi potret - ini adalah apa yang harus dihadapi setiap fotografer. Potret ini tidak mudah dilakukan karena banyak orang berpikir. Hal ini tidak cukup untuk hanya meminta orang untuk tersenyum dan menunggu "burung", tidak ada - foto portrait jauh lebih rumit. Jika Anda akan melakukan gambar tersebut pada pesanan, Anda harus menemukan beberapa menit untuk membaca artikel ini.

Jadi, apa yang harus Anda perhatikan, akan membuat menutup fotografi?

Pilih latar belakang yang tepat
Benar latar belakang yang dipilih harus fokus pada pengamat orang yang Anda memotret

Fokus pada mata
Seperti kata pepatah "mata - cermin dari jiwa manusia". Menyoroti mata, jangan lupa tentang emosi - Anda dapat meminta orang untuk tersenyum, cemberut, menggambarkan kemarahan.

Pencahayaan, pencahayaan lebih
Tentu saja, ini tidak berarti bahwa orang yang Anda memotret, perlu untuk mengirim array lampu dan foto-foto dirinya. Tidak, intinya adalah bahwa pencahayaan memainkan peran yang sangat penting dalam menciptakan foto berkualitas potret. By the way, dalam cahaya matahari yang cukup sulit untuk memotret

Positioning
Benar dipilih posisi untuk memotret - adalah kriteria kunci lain untuk mendapatkan foto potret yang baik. Jangan membatasi diri untuk foto-foto horizontal atau vertikal. Cobalah mengambil gambar dari sudut yang berbeda, termasuk semua nyata.

berikut beberapa contoh foto sebagai referensi untuk lebih memperdalam photografi portrait.

1. Andrey Dovbeshko




2. JustMerryMary

3. partisanstudio



4. Serge_FS


5. ValeriyPol



6. Анна Корсакова

7. Савушкин


8. Татьяна Преображенская




semoga bermamfaat...

http://www.portrait-photos.org/


CLOSE UP FOTO


Selena Gomez by wallpaperstock.net


Fotografi Portrait - Apa yang setiap fotografer harus dihadapi. memoto close up ini tidak mudah dilakukan, karena banyak orang berpikir cukup untuk hanya meminta orang tersebut untuk tersenyum dan menunggu dijepret.Foto close - up jauh lebih rumit. Jika Anda akan melakukan gambar tersebut pada sebuah permintaan pesanan, Anda harus meluangkan beberapa menit untuk membaca artikel ini.

Jadi, apa yang harus Anda perhatikan, akan membuat close up fotografi?

1. Pilih latar belakang yang tepat
    Latar belakang benar dipilih harus fokus pada pengamat orang yang anda potret.

2. Fokus pada mata
    Seperti kata pepatah "mata adalah cermin dari jiwa manusia". Menyoroti mata, jangan lupa tentang emosi       Anda dapat meminta orang untuk tersenyum, cemberut, menggambarkan kemarahan, dll.

3. Lighting,
    pencahayaan lebih intinya adalah bahwa pencahayaan memainkan peran yang sangat penting
    dalam menciptakan kualitas foto portret. By the way dengan cahaya matahari akan cukup sulit untuk
    pengembilan gambar untuk itu oenggunaan peralatan tambahan untuk lighting akan sangat membantu
    untuk mendapatkan kualitas foto yang terbaik.   
    
4. Positioning
    Posisi benar dipilih untuk memotret adalah kriteria kunci lain untuk mendapatkan foto close-up yang baik.
    Jangan membatasi diri anda untuk foto horizontal atau vertikal. Cobalah mengambil gambar dari sudut
    yang berbeda, mendapatkan komposisi frame yang berbeda.

Sebenarnya dengan kondisi seperti ini, kita sebagai fotografer jadi harus belajar lagi untuk mengkreasikan pose atau gaya yang bisa diterapkan untuk foto close up tersebut agar hasilnya bisa lebih memuaskan para klien. Ada sedikit tips untuk foto close up :

- Gunakan lensa paling sedikit 80 mm ke atas untuk memotret close up agar terhindar dari efek distorsi.

- Berikan pose seluruh badan pada sang model kemudian shot dengan komposisi close up. Hal ini bertujuan
  agar pose sang model bisa lebih luwes jatuhnya.

- Gunakan elemen yang ada di studio untuk menciptakan pose-pose yang lebih variatif. Misalnya; elemen
  dari pakaian, aksesoris, properti studio dan lain-lain.

Sekian sedikit tips untuk berekspresi anda dalam memotret semoga dapat bermamfaat. slam jepret..

MEMOTRET SI BUAH HATI





Yogyakarta Memotret anak-anak adalah sesuatu yang mengasyikkan. Ekspresi lucu dan alami serta polah yang menggemaskan merupakan daya tarik utama mereka. Namun membuat semua daya tarik tadi bisa terlihat di foto adalah tantangan tersendiri karena memotret bayi ibarat memotret hewan di alam liar. Tips memotret anak kecil serta memotret ekpresi anak-anak atau bayi yang menyenangkan. Ekspresi anak kecil akan memancarkan pesona tersendiri dari wajah dan bahasa tubuh anak-anal tersebut. Dunia kecil miliknya yang tak dapat dimasuki oleh manusia membuat anak-anak semakin special.

Pekerjaan yang mengasyikkan adalah memotret anak-anak atau bayi. Namun jika kita tidak memiliki kesabaran yang lebih, memotret anak kecil malah membuat kita stres karena ulah anak-anak yang susah untuk diatur. Namun ekspresi lucu dan alami serta polah yang menggemaskan merupakan daya tarik sendiri memotret anak kecil.
Cara memotret bayi & anak kecil tidak bisa dengan paksaan, akan tetapi butuh pendekatan dan mencoba mendekat ke dunia mereka untuk berinteraksi. Jika hal tersebut sudah dilakukan, untuk mengabadikan ekspresi anak kecil akan mendapatkan kemudahan.

Salah satu tips memotret anak kecil yang bisa diaplikasikan saat memotret anak-anak adalah, memotret pada ‘eye-level’ bayi tersebut. Ada banyak foto bayi yang diambil dari angle atas, sekitar 2-3 meter diatas bayi tersebut, jika boleh kami mengatakan, angle pemotretan bayi dari atas akan membuat bayi lucu tersebut tampak lebih kecil dan mirip dengan mainan.
Hindari menggunakan sinar flash yang memungkinkan dapat menggangu konsentrasi si anak, untuk itu gunakanlah cahaya sekitar ( Natural light ). Berikut adalah tips dan trik untuk memotret anak kecil tersebut.



Tips Memotret Anak Kecil & Bayi
  1. Sabar Menunggu Momen yang Tepat Anak-anak biasanya aktif dan tidak selalu bersedia untuk mendengarkan instruksi, sehingga mereka seakan menjadi bos selama pemotretan. Bicaralah dengan mereka, bangun hubungan dengan mereka dalam waktu yang singkat, sehingga mereka merasa nyaman dengan kehadiran Anda. Perhatikan mereka dan Anda harus siap dengan kamera Anda untuk saat-saat yang baik untuk dipotret, untuk hal ini dibutuhkan kesabaran agar mendapatkan momen yang baik dan menarik untuk dipotret, jangan lakukan dengan terburu-buru karena akan menghasilkan foto yang biasa-biasa saja.
  2. Foto Anak Kecil Saat Mereka Bermain dengan Mainan Anak-anak biasanya sangat melekat pada mainannya, terutama mainan favorit mereka. Potret lah mereka saat bermain dengan mainannya dan cari momen yang menunjukkan hubungan ketertarikan antara mereka dan mainannya. Jika Anda ingin, Anda bisa fokus pada tangan mereka saat bermain dengan mainannya saja tanpa memotret wajahnya.
  3. Perhatikan Latar Belakang (Background) dan Latar Depan (Foreground) Kecuali ada tujuan khusus, hindari pemotretan di lingkungan dengan latar depan dan latar belakang yang berantakan dan yang tidak diinginkan. Hindari memiliki sesuatu vertikal di belakang mereka yang akan terlihat seperti seolah-olah itu muncul dari kepala mereka. Objek utama yang Anda perhatikan adalah anak-anak, maka hilangkan objek yang tidak diinginkan untuk menekankan perhatian pada objek.
  4. Warna Itu Penting Jika Anda tahu tempat yang akan Anda tuju, rencanakan secara matang dengan memilih kombinasi yang baik dari warna antara pakaian anak-anak dan latar belakang / sekitarnya. Hindari memakai warna yang sama / serupa dengan lingkungan, karena akan membuat anak-anak kurang menonjol dalam foto.
  5. Lakukan Pemotretan di Pagi atau Sore Hari Saat memotret di luar ruangan, sebaiknya dilakukan di pagi atau sore ketika sudut matahari rendah dan kualitas cahaya lebih baik dan lebih lembut. Jika tidak memiliki pilihan selain memotret pada saat sudut matahari tinggi di waktu tengah hari, cobalah mencari tempat teduh di bawah pohon atau di mana matahari terhalang oleh gedung-gedung tinggi.
  6. Gunakan Jendela atau Tirai Untuk Mengurangi Cahaya Saat pemotretan dilakukan di dalam rumah, usahakan posisi anak di dekat jendela dengan wajahnya menghadap jendela atau salah satu sisi wajahnya diterangi cahaya dari jendela. Jika Anda memiliki tirai putih yang tipis, gunakan tirai tersebut untuk menyebarkan cahaya dan buat pencahayaan yang lembut jika diperlukan.
  7. Fokus Pada Mata Mereka Bagian terindah dari anak-anak adalah mata, untuk itu cobalah lakukan pemotretan dengan fokus pada mata mereka ketika Anda memotret dengan sudut pada wajah. 
  8. Carilah Ekspresi, Emosi dan HubunganMenangkap ekspresi anak-anak, emosi dan hubungan mereka dengan orang tua atau teman akan membantu membuat foto yang lebih baik dan bercerita. Jadi carilah wajah-wajah lucu, tawa, tawa dan bahkan menangis. 
  9. Rule of ThirdCobalah berkreasi dengan komposisi. Jika Anda biasa memotret anak dengan menempatkan mereka di tengah foto, coba lakukan pendekatan yang berbeda sekarang. Tempatkan posisi mereka dengan mengikuti Rule of Third (posisi mereka ada di titik persimpangan garis jika bidang foto dibagi menjadi 9 bagian yang sama besar).  
  10. Sejajarkan Posisi Kamera Dengan Mata MerekaMemotret anak-anak dari sudut yang tinggi menciptakan perspektif tidak menyenangkan. Bawa posisi kamera Anda sejajar mata mereka dengan cara jongkok atau berbaring.

Kunci sukses tips memotret bayi & anak kecil adalah menjadi seperti mereka. Kita harus mengeluarkan sisi kekanakan kita. Lakukan pendekatan melalui semangat bermain dan kita akan mendapatkan foto anak-anak yang berasal dari “dunia mereka”. Selamat Mencoba !(fr)

TEKNIK LOW KEYS LIGHTING UNTUK PORTRAIT

Yogyakarta : Maksud low key lighting adalah fotografi yang nuansa cahayanya gelap, begitu juga dengan arti high key adalah fotografi yang nuansa cahayanya terang.Teknik low key lighting sendiri lebih sering digunakan untuk memotret portrait (manusia), terutama dalam setting studio/indoor, dimana fotografer mengendalikan penuh sifat cahaya, arah, penyebaran, dan intensitas cahaya.Dalam teknik low key photography tidak selalu menggunakan sedikit lampu/sumber pencahayaan, low key lighting dapat juga menggunakan lebih dari banyak lampu dan atau aksesori pemantul cahaya (reflektor/cermin). Tujuannya untuk mengangkat detil pada beberapa bagian pada subyek/obyek foto.

Low Key lighting akan menonjolkan kontras dari sebuah objek foto. Bedanya terletak pada eksekusi serta hasil akhir. Pada foto low key lighting karena pencayahaan sangat minim, maka hanya ditekankan pada bagian-bagian tertentu objek foto. Baca juga Dasar Lighting dalam Fotografi.



Kapan waktu yang tepat belajar fotografi menggunakan teknik low key lighting ? teknik ini cocok untuk memberikan nuansa misterius, kesedihan ke dalam foto. Biasanya digunakan untuk foto kedukaan, portrait misterius, dan yang tema foto yang menyeramkan (horror). Namun low-key sering juga pada pemotretan arsitektur, still-life dan lainnya.

Cara memotret dengan low key adalah mempersiapkan latar belakang yang bernuansa gelap, seperti hitam atau warna gelap lainnya. Pengaturan exposure tidak harus di nol, tapi justru agak digelapkan supaya suasana gelapnya lebih kentara.

Untuk mencoba teknik low key ini dapat dimulai dengan menggunakan satu sumber pencahayaan dan latar belakang kain hitam atau warna lain yang gelap berwarna tua. Untuk portraiture, subyek/model mengenakan pakaian hitam atau warna gelap (Low Key Photography juga dikenal dengan istilah Black on Black). Tujuannya untuk mengutamakan wajah subyek/model kita “muncul” pada foto.

Untuk pemotretan portrait low key, biasanya tantangannya adalah mengarahkan cahaya ke bagian yang bagus dan membatasi cahaya untuk tidak menerangi hal-hal yang tidak diinginkan. Pose dan ekspresi subjek juga menentukan keberhasilan foto low key. Perlu komunikasi dan kerjasama antara fotografer dan subjek foto yang baik untuk menghasilkan foto low key yang menarik.

Dalam Low Key Lighting Photography, teknik Single Lighting ini dapat dikembangkan dengan menambahkan lampu untuk menyinari rambut atau bagian dari tubuh subyek/model kita untuk memisahkannya dengan latar belakang (hair light atau rim light). Berikut detail tips low key lighting :

Tips Cara Memotret Low Key Lighting
  1. Tentukan lokasi dengan kondisi cahaya yang tidak berlebihan, bahkan remang-remang juga lebih mudah untuk memotret low key. 
  2. Gunakan satu sumber cahaya, baik cahaya buatan atau cahaya alami (natural light) yang bisa bersumber  dari jendela, lampu belajar Dll. Atur posisi subjek yang akan difoto hingga mendapatkan efek yang dramastis. Anda juga bisa menggunakan reflector untuk mendapatkan efek cahaya yang lebih bagus.
  3. Atur exposure jika hasil foto terasa gelap ataupun sebaliknya. Kombinasikan setingan aperture, ISO dan kecepatan rana kamera Anda atau biasa disebut setiga exposure. 
  4. Low key portrait dapat terlihat lebih dramastis bila menggunakan satu cahaya dari samping, untuk itu jangan  menggunakan flash kamera digital Anda, matikan flash kamera saat memotret low key portrait.
  5. Foto jenis apapun, komposisi menjadi peranan yang penting. Atur komposisi foto portrait Anda. Dalam hal ini Anda bebas bereksperimen untuk mengatur komposisi subjeknya. Foto portrait yang tidak melakukan eye contact langsung dengan kamera juga bisa membuat foto low key portrait lebih dramastis. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa mendapatkan ekspresi atau momen-momen menarik yang tak terduga.

Demikian penjelasan sederhana tips fotografi tentang teknik fotografi low key lighting untuk foto portrait semoga dapat meningkatkan kemampuan para pembaca dalam memotret (fr)

sumber : tipsfotografi.net

TIPS MEMOTRET MODEL AGAR LEBIH TERLIHAT CANTIK

Yogyakarta Menurut Seorang Fotografer terkemuka di Indonesia Arbain Rambey, Bagi pecinta fotografi namanya sudah tak asing lagi. Dalam acara tayangan tv berjudul yang diambil dari nama dia sendiri "Klik Arbain" yang ditayangkan kompas.tv. Pada episode Photo Portrait menjelaskan bahwasanya dalam Foto portrait atau portraitur merupakan kegiatan memotret manusia dengan segala karakternya. Foto portrait sendiri hampir seusia dengan fotografi sendiri. Karena pada awalnya fotografi memang diciptakan untuk memotret manusia.



Melalui foto portrait kita dapat menegaskan karakter manusia yang kita potret dengan banyak cara. Salah satunya dengan mengatur pencahayaan. Kita dapat mengatur cahaya yang tegas untuk memotret laki-laki dan cahaya yang lembut untuk perempuan. Kita juga dapat mengatur angle foto tersebut. Ada tiga jenis angle yang bisa didapatkan yaitu wajah, separuh wajah, dan seluruh tubuh. 

Sebuah foto portrait harus menampilkan karakter dari sang model. Salah satu cara yang dapat dilakukan fotografer adalah dengan melakukan directing atau pengarahan. Kita dapat mengeksplorasi dari berbagai sudut untuk memunculkan karakter sang model. Cara menentukan sudut terbaik seorang model sangat berkaitan erat dengan pengalaman dan jam terbang fotografer. Fotografer pemula dapat melatihnya dengan sering melihat foto portrait karya orang lain dan mempelajari karakter fotonya. 

Apabila menemukan seorang model yang sulit untuk diarahkan, fotografer dapat memotret sosok itu dengan apa adanya. Hasilnya pun akan terlihat natural. Foto portrait juga sering digunakan dalam dunia jurnalistik. Terkadang wartawan tidak dapat membawa peralatan foto lengkap seperti lampu. Padahal wartawan sering menjumpai kendala seperti kekurangan cahaya saat memotret. Arbain Rambey akan berbagi tips untuk menyiasati hal tersebut.Demikian tips ini disampaikan semoga bermamfaat. (fr)

PERBEDAAN PEMOTRETAN MODEL DENGAN POTRAIT



Yogyakarta : 08 Nopember 2013/ Fotografi model lagi booming sejak beberapa tahun lalu. Di setiap acara yang melibatkan model (apalagi yang sensual) pasti mendapatkan banyak peserta. Selain fotografi model, ada juga yang namanya fotografi portrait.

Kadang-kadang kedua istilah tersebut tumpang tindih. Maka itu saya akan coba jelaskan apa sih bedanya antara fotografi model dengan fotografi portrait.

Secara sederhana fotografi model adalah membuat gambar yang melibatkan model. Nama jenis fotografi ini memang berasal dari subjek yang difoto.

Contohnya fotografi landscape memotret pemandangan, fotografi portrait itu memotret orang. Tapi bedanya dengan fotografi model adalah fotografi portrait membuat gambar yang mengekspresikan karakter orang tersebut.

Perbedaan terbesar dari fotografi model dengan fotografi portrait orang biasa adalah subjek fotonya (model) bekerjasama dengan fotografer untuk mewujudkan suatu gambar sesuai dengan kehendak fotografernya.

Fotografer memutuskan bagaimana posenya, ekspresinya, arah pandangan dan sebagainya. Model yang bagus adalah mereka tau bagaimana cara berpose untuk mempermudah fotografer mendapatkan foto yang bagus.

Kualitas ketrampilan model ini membedakan antara model yang berpengalaman dan tidak. Jadi model yang bagus itu tidak dinilai dari wajah dan postur tubuh saja.

Saat fotografer bekerja dengan model yang berpengalaman, dia dapat berkonsentrasi dengan teknik dan hal-hal yang berkenaan dengan fotografi (seperti setting pencahayaan, kamera, dan alat lainnya) daripada mengatur pose dan ekspresi model secara spesifik.

Meskipun demikian, fotografer harus berkomunikasi dengan model dan menyampaikan apa yang mereka ingin dapatkan. Kemudian model akan mengunakan ketrampilannya untuk mewujudkan gambar tersebut dari pose, ekspresi, atau gerakan tubuhnya.

Meskipun memakai jasa model berpengalaman terkesan lebih mudah, tapi tidak semudah yang dibayangkan. Fotografer harus memiliki ide/imajinasi yang bagus dan memiliki kemampuan interpersonal yang baik untuk menyampaikan apa yang diinginkan.

Ibaratnya, jika Anda masuk ke dalam satu tim yang berisi orang-orang hebat, Anda juga harus meningkatkan diri supaya setara dengan orang-orang di tim tersebut. Jika tidak, hasil optimal bisa tidak tercapai.

Sedangkan di dalam fotografi portrait, fotografer mencoba membuat foto yang dapat menggambarkan sifat subjek foto. Pe-er fotografer yaitu mengenal orang tersebut, mencari latar belakang, dan props yang sesuai untuk memperkuat fotonya.


foto by Hannes Caspar


Fotografer juga berinteraksi dengan subjek supaya ekspresi dan bahasa tubuh dari subjek foto bisa keluar dengan alami. Portrait yang juga merekam lingkungan hidup subjek dinamakan environmental portrait. Sedangkan portrait yang hanya wajah saja, sering disebut close-up atau headshot.

Seperti jenis fotografi lainnya, fotografi model dan portrait membutuhkan keahlian teknis dan pemahaman tentang pencahayaan. Ada fotografer yang menspesialisasikan diri ke pencahayaan di studio dengan lampu kilat, ada pula yang hanya memotret di luar ruangan.

Dengan memahami dan mengunakan cahaya, fotografer dapat membuat foto model yang bagus sesuai harapan. Jenis fotografi lainnya seperti fotografi pemandangan, still life dan lainnya juga mementingkan hal ini.

Satu hal yang sangat penting dalam fotografi portrait & model adalah ketrampilan berinteraksi antar manusia (interpersonal skill). Fotografer harus belajar bagaimana cara untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan subjek.

Jadi, fotografi portrait dan model ini memang tidak mudah karena membutuhkan ketrampilan yang tidak hanya soal teknis mengunakan peralatan fotografi dan pencahayaan saja.

Sebagai kesimpulan, fotografi model dimulai dari sebuah ide dan imajinasi dari fotografer model. Kemudian model yang baik akan menjadi aktor/aktris yang membantu fotografer mendapatkan foto yang bagus.

Sedangkan fotografi portrait bertujuan untuk merekam kepribadian seseorang. Fotografer portrait yang baik akan mengunakan ketrampilannya untuk membuat foto yang menceritakan orang tersebut.

Sumber : DetikFoto

Fotografi Portrait



 "Potrain adalah foto yang berusaha membawa orang mengamati foto tersebut dapat berempati dengan keadaan jiwa individu yang dijadikan sebagai objek atau subjek foto. Foto Potrtrait merupakan foto yang menggunakan bagian wajah seseorang sebagai objek fotonya. Meskipun begitu foto portrait bukanlah sekedar foto yang secara fisik menangkan wajah seseorang sebagai objek foto yang dipertimbangkan karena segi artistiknya. Foto Portrait adalah jendela bagi suasanan jiwa yang ada didalam individu yang dijadikan sebagai subjek foto"
  
Setelah pada posting sebelumnya yang berjudul Aturan fotografi portrait Pada kali ini akan disampaikan beberapa tips untuk melakukan foto portrait agar lebih berkualitas berikut tips nya.

Untuk mendapatkan foto yang sesuai dengan definisi tersebut, ada beberapa langkah yang harus kita lakukan agar mendapatkan hasil foto yang maksimal. Langkah-langkah berikut ini bisa menjadi panduan singkat:
1. Memotret portrait khususnya untuk foto personal, tidak semudah seperti memotret para model. Perbedaannya, kalau model, tata gerak tubuh, pose, geasture, mimik wajah atau ekspresi, mereka lebih mapan atau sudah berpengalaman tanpa harus kita arahkan. Nah, di luar seorang model atau para narsiskus sekalipun, untuk foto portrait, hal yang pertama harus dilakukan adalah pendekatan kepada yang akan kita foto.
Orang yang biasa narsis sekalipun akan mendadak berubah mood-nya ketika kita akan memotretnya dan mengeluarkan kamera DSLR yang kita punya. Akan ada rasa minder, malu, grogi bahkan kehilangan ekspresi ketika harus mulai berpose.Oleh karena itu, pendakatan diri menjadi sebuah keharusan dan sangat penting.
2. Melanjutkan soal pendekatan. Pendekatan yang sifatnya perkenalan atau komunikasi awal sangat penting karena akan berfungsi sebagai langkah wajib adanya kedekatan antara fotografer dengan yang akan di foto. Setelah merasa cukup kenal, langkah selanjutnya adalah mengkomunikasikan kebutuhan masing-masing pihak.
Tanyakan apa yang diinginkan oleh orang yang mau di foto (model)? Mau membuat foto yang menampilkan dirinya seperti apa? Jika tidak ada gambaran, sebagai fotografer, usulkanlah kepadanya sesuatu konsep yang terbaik. Setelah dari pihak talent menyampaikan kebutuhannya, baru kemudian pihak fotografer yang harus menyampaikan idenya. Sampaikan, nanti selama pemotretakan, saya akan begini, saya akan begitu. Sampaikan ke talent “dari keinginan Mas atau Mbak tadi, baiknya berarti pemotretannya cara begini, posenya kayak gini, bla bla bla…”
Intinya, gunakan sebaik mungkin proses awal ini sebagai langkah awal agar terbangun kedekatan yang baik, sama-sama enak, nyaman, tidak ada rasa tertekan, tidak canggung, dan supaya menghindari miss komunikasi antara fotografer dan yang akan di foto.
3. Setelah proses pendekatan & komunikasi awal. Langkah selanjutnya adalah prepare for take a photo’s! Dalam proses ini, dibutuhkan persiapan seperti pemilihan wardrobe yang sesuai tema, make-up sesuai karakter yang mau di foto (talent), setting lighting yang tepat, pemilihan spot yang menarik dan mendukung lokasi, serta lain-lain sesuai kebutuhan.
Sebenarnya pada proses ini sebaiknya sudah dibicarakan sebelum berangkat ke lokasi. Proses ini hanya memastikan bahwa semua sudah sesuai pada perencanaan awal. Jika situasi & kondisi memaksa adanya perubahan, cepat & sigaplah mengantisipasinya.

Prioritas bikin foto portrait: level tertinggi adalah ekspresi yang harus tepat, lalu gestur/pose yang pas, kemudian pengaturan pencahayaan, baru harmoni dengan background yang ada di lokasi (kata Arbain Rambey). Nah, soal bening & ketajaman itu soal kebiasaan & pengalaman tangan yang tak mudah goyang didukung lensa dan kamera yang memadai pastinya. Soal tone, itu selera masing-masing saja.
Modal utama memotret manusia adalah fotografernya harus percaya diri. Bangun komunikasi dengan yang akan kita potret sebaik mungkin. Kalau model atau orang yang kita potret hidungnya pesek, jangan dibilang mancung. Tapi pujilah bagian lain, misalnya rambutnya yang bagus, matanya yang indah, kulitnya yang halus, dan lain sebagainya.
Sumber http://blog.poetrafoto.com

Aturan Fotografi Portrait




Ada banyak ‘peraturan’ untuk fotografi portrait, tapi yang 10 ini adalah yang paling umum digunakan. Tentu saja sebenarnya tidak ada ‘peraturan’ dalam fotografi. Eksperimen adalah kunci untuk kreativitas, seperti juga berpikir ‘out-of-the-box’. Tapi kesepuluh peraturan ini banyak digunakan tentu karena alasan yang jelas membuat portrait tampak lebih bagus.

1. Bukaan Diagframa lebar (angka aperture kecil)

Semua orang suka melihat portrait dimana objeknya benar-benar tampak menonjol. Orang-orang juga   suka difoto dengan latar belakang bokeh atau blur yang creamy dan lembut. Untuk menghasilkan efek semacam ini, dibutuhkan bukaan diafragma yang lebar, sekitar f/3.5 atau lebih kecil. Gunakan Aperture Priority saat memotret.

2. Kontak Mata 
Banyak yang bisa ditangkap dari tatapan mata seseorang, dan ini bisa diaplikasikan dalam potrait untuk mendapatkan esensi dari orang yang kita foto. Ketika objek menatap ke arah kamera, portrait akan tampil lebih kuat. Kecuali tentu kita sengaja memotretnya secara spontan.

3. Gunakan focal length panjang

Semakin panjang focal length-nya, semakin dekat objek akan tampak. Berhubungan dengan aperture diatas, peraturan nomer tiga ini akan semakin memperkuat efek bokeh pada background. Misalnya – kalau kamu menggunakan lens kit ukuran 18-55mm, maka gunakanlah ujung 55mm.
Portrait yang dibuat dalam mode monochrome atau hitam&putih akan memunculkan karakter orang yang kita foto. Kontras pada portrait hitam&putih juga bisa dimanfaatkan untuk menonjolkan profil pada wajah, misalnya tekstur kulit pada orang yang sudah tua. Tapi penggunaan monochrome ini tentu tidak bisa diberlakukan pada semua jenis portrait. Perhatikan model, pose, pakaian, dan apa yang kita coba ungkap dari orang yang kita foto.

4. Hitam  Putih

Portrait yang dibuat dalam mode monochrome atau hitam&putih akan memunculkan karakter orang yang kita foto. Kontras pada portrait hitam&putih juga bisa dimanfaatkan untuk menonjolkan profil pada wajah, misalnya tekstur kulit pada orang yang sudah tua. Tapi penggunaan monochrome ini tentu tidak bisa diberlakukan pada semua jenis portrait. Perhatikan model, pose, pakaian, dan apa yang kita coba ungkap dari orang yang kita foto.

5. Jangan gunakan built-in flash

Ini peraturan yang sangat, sangat umum. Memotret orang dengan built-in flash akan merusak segalanya, terutama kalau ruangan tempat pemotretan bercahaya redup. Wajahnya akan ‘meledak’ terkena cahaya, dan detil di sekitarnya akan hilang. Kalau kamu tidak punya external flash, lebih baik gunakan pengaturan fill-in flash, atau manfaatkan sumber cahaya yang ada.

6. Gunakan pose yang benar

Kamera tidak bisa ‘melihat’ seperti mata kita. Ilusi optiknya bisa membuat orang kelihatan lebih gemuk ketika difoto, terutama jika pose-nya salah. Untuk ini, seorang fotografer yang baik harus tahu bagaimana mengarahkan pose yang benar untuk modelnya. Tubuh yang sedikit miring akan memberi kesan langsing dan orang akan tampak menarik dan ‘benar’ di dalam foto. Kalau kamu bertanya-tanya kenapa foto KTP-mu tampak parah, mungkin itu sebabnya : kamu menghadap tegak lurus ke kamera dan frame terpotong sebatas bahu. Kurang bagus kan?

7. Hindari warna baju terang

Ingatlah bahwa portrait adalah tentang orang di dalamnya, bukan bajunya. Kecuali ini adalah untuk keperluan fashion photography. Kalau objek menggunakan baju yang terang dan berwarna-warni, tentu akan mengganggu mata dan otomatis terarah ke baju.

8. Perhatikan posisi dagu

Tidak ada yang suka kelihatan berleher tebal di dalam foto. Dan sebenarnya trik untuk menghindari hal ini sangatlah mudah. Posisi dagu harus benar. Mintalah model untuk mengangkat dagunya sedikit agar leher tampak lebih jenjang.

9. Jangan gunakan background yang ramai

Ini adalah alasan mengapa bokeh dan blur menjadi favorit untuk background sebuah portrait: efek ini membuat model menjadi pusat perhatian. Background yang berantakan, penuh pola atau barang akan merusak keseluruhan portrait dan menenggelamkan objek utama. Alasannya sama dengan baju terang di poin 7; mengganggu. Kalau situasi tidak memungkinkan untuk menggunakan focal length panjang, setidaknya pindahkan model ke tempat dimana backgroundnya netral. Fokus harus pada model, karena ini adalah portrait.


10. Perhatikan posisi hidung dan garis pipi

Ketika kita meminta model untuk memiringkan wajahnya sedikit, berhati-hatilah dengan bagian hidungnya. Kalau ujung hidung melewati garis pipi, maka akan terlihat besar. Untuk mengakali ini, kamu bisa sekalian memintanya untuk menghadap samping dan kamu bisa mengambil profil wajahnya dari pinggir seperti saat membuat siluet.




Sumber : http://fotonela.com



 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Fotografi Portrait - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger