Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Begini Cara Menghasilkan Foto dengan Citarasa HDR

Berikut beberapa tips singkat memotret High Dynamics Range (HDR), supaya foto HDR yang anda hasilkan nantinya bisa lebih bagus:
  1. Gunakan fitur bracketing yang ada di kamera SLR digital anda. Dengan menggunakan fitur bracketing, kamera akan secara otomatis menaik-turunkan nilai eksposur (stop) dengan sangat cepat, jauh lebih nyaman dibanding tangan kita harus sibuk memutar tombol dial. – Baca cara menggunakan bracketing untuk SLR Canon/Nikon disini
  2. Ambil 3,5 atau 7 jepretan. Kebanyakan foto HDR pada kondisi normal dihasilkan dari 5 foto dengan nilai eksposur berbeda dan kemudian digabungkan. Jika anda menghadapi obyek foto dengan beda gelap-terang yang terlalu mencolok, ambil 7 eksposur sekaligus sehingga hasilnya lebih bagus lagi
  3. Jangan mengubah-ubah nilai aperture dalam satu seri pemotretan untuk sebuah obyek. Setel mode eksposur pada posisi Aperture Priority (A atau Av) untuk menjamin ketajaman hasil akhir foto HDR. Jika anda mengubah-ubah nilai aperture, maka fokus kamera juga akan berubah, sehingga daerah tajam foto menjadi tidak konsisten
  4. Gunakan matrix metering atau evaluative metering dimana kamera akan mengukur semua elemen dalam obyek foto sebelum menentukan berapa besaran eksposur yang dibutuhkan.
  5. Pakailah tripod untuk menjamin hasil akhir foto tidak kabur. Dengan menggunakan tripod, foto kita akan lebih tajam karena konsisten dari satu jepretan ke jepretan berikutnya. Jika anda memiliki shutter release, pakai sekalian.
  6. Jika memungkinkan, gunakan format RAW saat memotret HDR.

Baca juga: Menjadi Fotografi Profesional

Berikut Cara Settingan Pada Kamera DSLR

1. Aksesoris Yang Perlu Dipersiapkan
Tripod, Remote dan Filter ND 1000 adalah aksesoris yang saya pakai saat pengambilan gambar HDR ini. Tripod berfungsi untuk membantu agar dalam pengambilan gambar tidak ada pergerakan pada kamera karena dengan sekaligus pengambilan
3 gambar pasti akan memakan waktu yang lebih lama dari biasa nya. Remote diperlukan karena saat kita menekan tombol Shutter kamera pasti akan bergoyang walau sedikit, sedangkan Filter ND 1000 saya gunakan karena dalam pengambilan Landscape saya lebih cenderung menggunakan Shutter Speed lambat karena gambar yang dihasil kan tentunya akan semakin jelas maka dari itu dalm kondisi siang hari saya membutuhkan Filter ND 1000 ini untuk memperlambat Shutter Speed.

2. Apperture
Untuk Apperture saya rekomendasikan setting pada angka yang besar seperti F11 sampai F16, selain untuk memperlambat masuk nya cahaya juga akan membuat fokus pada foto Landscape akan semakin luas.

3. ISO
Iso yang saya gunakan juga kecil untuk mengurangi bintik bintik pada foto atau yang biasa di sebut noise sehingga ketajaman dari hasil foto menjadi lebih bagus. Iso bisa di atur pada angka 100 sampai 200.

4. Gunakan Fitur Bracketing
Diatas sudah saya jelaskan bahwa teknik HDR adalah pengambilan dari 3 atau lebih foto dengan pencahayaan yang berbeda. Nah untuk mengambil 3 foto tersebut gunakan fitur bracketing ini pada DSLR, dengan fitur ini kita tidak perlu menyetel manual untuk pengambilan pada pencahayaan yang berbeda karena kamera akan dengan otomatis melakukan nya sendiri pada fitur bracketing ini.

5. Shutter Speed
Untuk Shutter Speed bisa menyesuaikan sesuai dengan kebutuhan, kemudian mulai lah pengambilan gambar.

Setelah melakukan pengambilan gambar dan memperoleh hasil 3 berkas gambar dengan pencahayaan yang berbeda kemudian yang kita lakukan adalah memproses hasil gambar tersebut ke komputer dengan beberapa aplikasi pendukung nya. Untuk cara memproses dan penggabungan nya akan saya jelaskan lagi di artikel selanjut nya. Semoga artikel Cara Settingan Kamera Saat Mengambil Foto HDR High Dynamic Range ini bermanfaat.

Menjadi Photografer Profesional, Kuasai Teknik Berikut Ini

Sekarang saatnya kamu pelajari lebih dalam tentang teknik fotografi profesional yang sering digunakan fotografer master dalam membidik foto. Mari explore lagi teknik fotografi lebih banyak lagi dengan pengetahuan yang lebih luas di bidang fotografi.

1. Fotografi HDR (High Dynamic Range) 
HDR Foto
HDR adalah serangkaian teknik yang digunakan dalam bidang fotografi untuk memproduksi sebuah   jangkauan cahaya dinamis yang lebih besar dibanding menggunakan teknik fotografi standar. Jangkauan dinamis sendiri merupakan rasio antara terang ke gelap. Dengan menggabungkan beberapa foto yang jangkauan dinamisnya berbeda, bayangan dan subyek yang terpapar cahaya sama-sama punya detail yang imbang. Tidak ada yang terlalu gelap atau terlalu terang. Kamera non-HDR hanya bisa mengambil gambar dengan jangkauan pencahayaan terbatas, hasilnya kurang detail pada area gelap atau terang. Sementara teknik HDR mampu menutupi kekurangan ini dengan mengambil banyak foto pada tingkat pencahayaan berbeda dan menggabungkannya untuk menghasilkan foto dengan jangkauan tone yang lebih luas. Foto HDR dapat diolah di Photoshop atau PhotoMatrix. Trik Mendapatkan Foto HDR.


2. Fotografi High Speed
Fotografi High Speed pada dasarnya adalah teknik menangkap gambar dengan shutter yang sangat cepat. Shutter speed untuk fotografi high speed jauh lebih cepat, 1/8000 detik. Dengan shutter speed yang lebih cepat, fotografer bisa membekukan momen dan menghilangkan blur. Mengambil high speed foto harus menggunakan lensa dengan aperture yang lebar, pencahayaan yang terang atau ketepatan pengaturan ISO. Ditambah lagi kamera harus memiliki sensor yang baik, shutter, dan lampu sorot yang baik.

Tujuan dari high speed photography adalah memotret benda yang bergerak cepat dan hanya dapat dilihat oleh kasat mata. Untuk mempelajari fotografi ini, Kamu harus bisa memotret peristiwa dengan mengikuti urutan yang dapat diprediksi. Atau Kamu harus dapat mendeteksi trigger, menunggu event lalu shoot.

Misal, untuk memotret setetes air yang jatuh mengenai  permukaan, pertama yang perlu Kamu ketahui adalah waktu ketika tetesan itu akan mulai jatuh. Berikutnya, Kamu buat  penundaan (delay) antara trigger dan event setelah itu ambil gambar. 

4. Fotografi Soft Focus
Foto soft focus dihasilkan dengan menggunakan kamera khusus yang menciptakan garis lembut di foto sedikit buram dan garis tepi yang tajam. Gaya foto ini sering diibaratkan dengan dreamy atau glamour style yang banyak digunakan untuk fashion atau wedding photography. Ada beberapa kamera modern yang dapat menghasilkan foto soft focus. Atau kamu bisa menggunakan cara yang lebih ekonomis dengan meletakkan lensa soft focus di depan lensa biasa kemudian memberikan efek di photoshop.
 
5. Fotografi Infrared
IR fotografi adalah seni menangkap cahaya yang tak terlihat, sehingga disebut spektrum warna Infra Red. Saat ini sangat memungkinkan untuk memotret IR menggunakan kamera digital. Untuk menghasilkan foto IR, kamu memerlukan filter IR dan juga tripod. Di sini tripod berfungsi sebagai stabilizer saat memotret dengan menggunakan shutter speed yang lambat dan exposure kecil.


Fotografi Fisheye
Fisheye memanfaatkan lensa fisheye dengan pandangan melingkar 180 derajat. Fotografer dapat menghasilkan foto dengan perspektif yang sangat berbeda, baik itu indoor atau outdoor. Angle yang super lebar dengan titik fokus tertentu mampu memberikan warna berbeda di foto yang dihasilkan. Pada awalnya, lensa fisheye dibuat untuk memotret seluruh awan demi kepentingan penelitian di bidang meteorologi.


Luar biasa bukan foto-foto dari para fotografer profesional? Menjadi profesional tidak bisa mudah dicapai dengan cara yang instan. Jika ingin menjadi salah satu fotografer pro dengan karya yang menakjubkan, berlatihlah dengan tekun dan tidak mudah menyerah adalah kunci utamanya.




APA ITU EXPOSURE VALUE (EV) & SETING LOW LIGHT



FotografiPortrait - Saat baru belajar fotografi, banyak yang menganggap bahwa cahaya di dalam ruangan seperti di dalam kantor yang diterangi lampu neon terangnya tidak berbeda jauh dari cahaya matahari sehingga tidak ragu memilih setting ISO rendah (100-200).



Sebenarnya, kondisi cahaya lampu jauh lebih gelap daripada cahaya matahari. Otak dan mata kita bekerja selayaknya AUTO ISO di kamera, otomatis menyesuaikan dengan kondisi cahaya yang ada. Tapi menurut kamera, lampu buatan manusia itu jauh lebih gelap daripada cahaya matahari.
Satuan pengukuran cahaya untuk fotografer biasanya diekspresikan dengan EV (Exposure Value). Nilai yang diberikan bervariasi sesuai dengan ISO yang di set. Meningkatkan ISO 100 menjadi 200 berarti meningkatkan 1 EV.

Exposure Value juga bisa diekspresikan dengan kombinasi dari aperture dan shutter speed dengan asumsi ISO diset ke 100. Di hari yang cerah dengan matahari, nilai EV-nya 15, dengan kombinasi ISO 100, f/16 dan shutter speed 1/125 atau supaya mudah diingat, 1/100 detik. Kombinasi ini sering disebut aturan Sunny 16. Sedangkan di dalam ruangan, seperti di ruangan kantor yang terang, nilai EV berkurang menjadi EV 8 dengan kombinasi ISO 100, f/2.8, 1/30 detik.

Jika memotret di ruangan yang gelap atau mendung sekali, nilai EV turun ke sekitar  EV 5 (ISO 100, f/2.8, 1/4 detik).

Sesaat setelah matahari terbenam, atau disebut juga twilight, akan didapatkan EV 2 (ISO 100, f/2.8, 2 detik).

Cahaya bulan atau malam hari tanpa polusi cahaya dari gedung/pemukiman biasanya sekitar EV -3 sampai -6 (ISO 100, f/2.8, 1 menit s/d 10 menit).


Tentunya, kombinasi dari ISO, aperture dan shutter speed itu bersifat fleksibel, artinya banyak kombinasi yang bisa kita pilih untuk mendapatkan terang gelap yang sama. Contohnya setelan di dalam ruangan yang terang, EV 8 (ISO 100, f/2.8, 1/30 detik) bisa juga diubah menjadi ISO 800, f/5.6, 1/60 detik untuk mendapatkan hasil terang-gelap foto yang sama.

Dengan memahami EV, kita bisa lebih paham mengapa saat memotret di dalam ruangan atau di tempat yang gelap membutuhkan setting yang sangat berbeda dengan di luar ruangan. ISO 100 yang cukup untuk foto outdoor, tidak cukup tinggi untuk di dalam ruangan kecuali saat mengunakan lensa berbukaan besar atau shutter speed yang relatif lambat (beresiko blur jika tidak mengunakan tripod).
Nilai EV biasanya juga sering dihubungkan dengan kemampuan autofocus kamera. Sebagian besar sistem autofocus kamera DSLR bisa bekerja dengan baik di EV -1 sampai +19. Sedangkan ada beberapa kamera profesional yang mampu sampai EV -3 (ruangan yang sangat gelap atau di malam hari dengan penerangan bulan purnama).

sumber : http://www.infofotografi.com

TIPS MEMOTRET STREET DAN HUMAN INTEREST PHOTOGRAPHY


FotografiPortrait - Human interest dan street photography dapat menjadi salah satu jenis fotografi yang memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi fotografer yang tertarik untuk menangkap kondisi kehidupan manusia dalam berbagai kondisi di ruang publik.
Foto human interest umumnya lebih mudah ditemukan di jalanan. Jenis fotografi ini memungkinkan kita untuk menangkap kejadian yang nyata dalam masyarakat.  Jika Anda mulai tertarik ke fotografi human interest/street photography dan sudah memiliki teknik dasar fotografi yang baik, berikut adalah beberapa tips untuk meningkatkan kualitas foto Anda ke tingkat berikutnya.



Jangan Takut Dengan Orang
Nomor satu yang menjadi masalah pada umumnya  adalah adanya rasa canggung atau takut untuk mendekati orang. Ini bisa menjadi masalah yang cukup signifikan karena konsep fotografi ini adalah fokus ke menangkap kegiatan manusia disekitar kita. Cara yang terbaik untuk mengatasi rasa takut Anda, adalah memahami apa yang sebenarnya Anda takut kan ketika Anda mendatangi seseorang – Apakah Anda pikir mereka akan berteriak pada Anda? Apakah Anda pikir mereka akan menyerang Anda? Atau Anda berpikir mereka akan bertindak aneh.

Dalam kenyataannya, saya tidak pernah punya pengalaman buruk atau tidak menyenangkan terhadap saya, tapi saya juga pernah mengalami ada orang yang menolak untuk di foto atau memberi aba-aba supaya tidak merekam aktivitas nya, dan umumnya mereka tidak menyerang atau bertindak kasar, dan untuk itu kita sepatut-nya meminta maaf. Tapi jangan lakukan apa bila Anda merasa ragu mengambil foto karena berada pada daerah kericuhan, atau ada kemungkinan kamera Anda akan dirampas.

Ada dua metode untuk mengambil foto dari seseorang; salah satunya adalah dengan meminta izin mereka, dan yang lainnya adalah untuk tidak meminta izin mereka. Gampang dan sederhana, kan? Jelas, meminta izin mereka akan membunuh momen candid, tetapi Anda dapat memperoleh beberapa potret yang sangat baik dari situasi, bahkan kadang mereka mau kita arahkan. Kita bisa memulainya dengan menyapa terlebih dahulu dengan ramah dan berinisiatif untuk membuka pembicaraan lebih dahulu, dan selanjutnya segalanya akan berjalan dengan lancar.

Ketika orang melihat kamera Anda, kadang mereka menanyakan mengapa Anda mengambil foto, dan apakah niat Anda baik. Jika Anda mengambil snapshot dari seseorang dan mereka melihat Anda, maka tersenyum lah padanya sembari meng anggukan kan kepala Anda. Tindakan sederhana seperti ini mengirimkan sinyal positif dan membantu untuk menghibur orang-orang yang mungkin waspada/curiga. Jika seseorang bertanya mengapa Anda mengambil foto mereka, katakanlah dengan jujur bahwa dia sangat menarik dan bagus diabadikan dalam fotografi, atau memang Anda menyukai gaya rambut nya, pakaian yang dikenakan nya, atau kebetulan cahaya sinar yang jatuh padanya sangat artistik. Jika Anda memutuskan untuk mendekati seseorang untuk sebuah foto, pastikan untuk tersenyum dan bawalah ke suasana kegembiraan dalam berkomunikasi. Kuncinya adalah untuk menempatkan orang-orang merasa lebih santai dan akrab.

Jangan ragu dalam mengabadikan momen, karena akan membuang banyak waktu. Maka itu, jangan terlalu banyak menimbang-nimbang, segera lah pergi ke jalanan dan mulai lah mengambil beberapa gambar foto, dengan demikian Anda akan menjadi lebih percaya diri. Ingatlah untuk selalu tersenyum dan jujur dengan subjek Anda; Mereka mungkin waspada terhadap situasi, tetapi seluruh sikap dan bahasa tubuh Anda akan membawa ke situasi bersahabat. Juga, pastikan untuk membawa kartu nama Anda, mungkin saja banyak orang ingin melihat snapshot mereka setelah itu dikembangkan bila anda adalah fotografer profesional.

Belajarlah untuk mencari Momen
Banyak fotografer terutama pemula tidak tahu mau foto apa atau bagaimana harus mengabadikan momen saat pertama kali mereka keluar ke jalanan. Jujur saya pun tidak dapat memberitahukan Anda gambar/suasana apa yang tepat yang harus Anda ambil. Memang untuk Street photography lebih mudah dibanding Human Interest foto secara candid, tapi saya cenderung untuk fokus pada apa yang sedang dilakukan orang dan ekspresi dari wajah mereka. Bagi saya, emosi adalah bagian besar dari foto kemanusiaan atau foto jalanan; Saya mencoba untuk menangkap suasana ceria atau suasana sendu dengan kamera saya. Saya harus jeli untuk melihat apa yang orang-orang di sekitar saya rasakan. Ada situasi ceria bersama-sama sambil minum kopi, ada suasana seorang yang letih dengan kesibukan hari-hari nya, atau seorang pria sedang melamun dan tenggelam dalam khayalannya – semua rentang emosi itulah yang ingin saya tangkap.
Saya suka mengabadikan foto-foto orang sedang sibuk dengan dirinya atau dengan yang dikerjakannya, membaca, berjualan, bertransaksi, dll. Saya juga suka mencari subjek lingkungan yang kontras, seperti seorang penjaja makanan/minuman bersahaja diantara gedung-gedung mewah. Prinsipnya, Anda harus menemukan minat dan memotret sesuai selera Anda sendiri.

Belajarlah untuk Menunggu Momen
Mungkin tip ini cukup berguna walaupun membutuhkan waktu dan kesabaran, Anda harus belajar untuk bersabar menunggu waktu untuk mendapatkan saat yang tepat. Kecuali Anda berada di jalan-jalan kota metropolitan utama yang ramai dengan orang ber lalu lalang, kemungkinan mendapatkan foto dengan momen yang tepat sulit didapat. Namun, Anda dapat meningkatkan peluang Anda dengan mencari daerah di mana cahaya atau latar belakang sempurna seperti yang Anda suka dan kemudian menunggu.
Kemungkinannya adalah ada seseorang akan berjalan kearah Anda, dan kemudian Anda dapat mengambil gambar dengan momen yang pas jika Anda cukup beruntung.
Banyak momen bagus terjadi disekitar Anda, tapi gunakan mata Anda untuk mencatat titik menarik – daerah yang cahayanya kuat atau latar belakang yang menarik, dan kemudian menunggu subjek Anda berjalan ke frame Anda. Seperti pada pepatah, “Biarkan mereka datang kepada Anda”.

Ambil Close-up Orang
Mayoritas street photography saat ini biasanya diambil dari jarak yang cukup jauh, dengan menggunakan tele atau wide. Menggunakan lensa zoom menjadikan kita mudah terlihat karena fisiknya yang relatif besar Namun, apakah Anda tahu bahwa Anda dapat mengambil foto close-up dari orang tanpa mereka menyadarinya?
Salah satu metode yang dapat dilakukan adalah untuk berdiri dekat dengan seseorang dan mengambil beberapa gambar dari sesuatu diatas atas mereka sekali berpura-pura meninjau hasil (mungkin daun pohon, iklan, kreatiflah). Kemudian, ketika subjek anda lengah Anda turunkan kebawah, dan langsung membidik. Banyak orang akan berpikir bahwa Anda telah mengambil gambar dari sesuatu yang lain diatasnya dan kemudian meninjau gambar. Dengan demikian Anda dapat memperoleh beberapa gambar memukau secara dekat.
Pilihan lain adalah dengan berpura-pura mengambil pemandangan di belakang subjek, kemudian dengan cepat bidik foto itu saat Anda melewati subjek. Penting untuk dicatat bahwa karena gerakan tangan Anda, Anda akan membutuhkan kecepatan rana yang relatif cepat untuk trik ini.
Dapat juga memanfaatkan fasilitas kamera Anda, misalkan kamera Anda mempunyai kemampuan built-in Wi-Fi. Anda bisa membidik kan kamera anda dengan menggunakan ponsel anda seolah olah anda sedang beselancar dalam ponsel. Dengan cara menggantung kamera di leher Anda, dan melakukan remote control dari smartphone Anda, dan kemudian bidik tanpa orang menyadari apa yang Anda lakukan. Saya tidak bisa bicara untuk semua produsen kamera dan aplikasi mobile, tetapi aplikasi iOS dan Android memungkinkan kontrol manual penuh atas beberapa tipe unit kamera.
Terakhir yang saya lakukan adalah menggunakan mode senyap dan layar pengamat sentuh pada posisi horizontal, saya dapat mengendalikan semua fitur kamera saya dan memfokus dimana saja saya inginkan dengan bidikan senyap sehingga walaupun subjek kita berada 1m dalam suasana hening pun mereka tidak akan menyadarinya.
Tips ini tidak akan selalu berhasil, tetapi dapat menjadi cara yang sangat baik untuk mencoba dan mendapatkan close-up foto yang Anda inginkan.

Foto Jalanan Tidak Selalu Sempurna
Terakhir, Anda harus memaklumi bahwa tidak semua fotografi jalanan sempurna. Sementara banyak bentuk lain dari fotografi memungkinkan Anda untuk mengatur komposisi ideal sebelumnya, terkadang saat sedang melakukan candid Anda harus memutuskan dalam hitungan detik. Akibatnya, foto mungkin sedikit kabur atau fokus tidak 100% tepat – jangan khawatir, yang terpenting anda telah berhasil merekam kejadian kemanusiaan dijalanan sesuai dengan intuisi Anda.
Meskipun Anda dapat memperoleh hasil yang bagus dari perburuan Anda di jalanan, bisa saja beberapa foto Anda yang terbaik mungkin secara ‘teknis’ tidak sempurna. Jangan menyerah dan nikmatilah apa yang telah Anda lakukan. Karena Anda menangkap manusia dengan lensa.

Sumber : http://www.infofotografi.com



REVIEW KAMERA FULL FRAME NIKON D 750






FotografiPortrait - Kali ini kita akan kembali membahas tentang kamera DSLR baru Nikon D750. Kamera ini mengusung sensor tinggi hingga 24 megapixel efektif. Nikon D750 masuk pada kategori kamera full frame Nikon, yang menggabungkan dua elemen kamera menjadi satu body, sehingga membuat kamera ini memiliki keunggulan lain dari pada yang lain.

Hadir menduduki wilayah di antara dua kamera full frame baru yang lain, yaitu membawa kehebatan Nikon D610 yang merupakan penyempurnaan dari Nikon D600 dan membawa sensor dengan resolusi tinggi yang dimiliki oleh Nikon D610. Penggabungan ini akan menjadi hal baru dan tentunya sangat mengejutkan para pecinta fotografi, khususnya pengguna Nikon series



Kamera Nikon terbaru ini memiliki kekuatan dalam menembak kontinyu dengan kecepatan tinggi hingga mencapai 6,5 frame per detik, hal ini menyatakan bahwa kecepatan menembak kontinyu lebih tinggi jika dibandingkan dengan Nikon D810. Layar LCD masih menggunakan ukuran yang sama dengan kedua kamera baik D610 maupu D810 yaitu 3,2 inch, namun D750 menggunakan layar LCD yang bisa dimiringkan. Sedangkan viewfinder yang dugunakan juga masih sama menggunakan OLED.

Hal yang juga ditawarkan oleh D750 dalam hal ini termasuk di antaranya kontrol Auto ISO dalam manual video shooting exposure dan tetap mempertahankan kompensasi eksposur. Layar LCD di bagian belakang kamera yang pada desain D750 menggunakan layar yang semi-articulated dengan engsel untuk miring ke atas maupu ke luar memberikan fleksibilitas yang baik untuk live view saat melakukan perekaman video. Namun sayang D750 tidak mengadopsi fitur Split Screen Dispaly Zoom dari D810, dengan demikian pengguna akan kehilangan 1/8000 shutter durasi minimum.
Sementara beberapa hal yang ada pada D750 kebanyakan diadopsi dari Nikon D810, namun satu yang sangat berbeda adalah dari bagian sensor. Sensor yang digunakan untuk Nikon D750 menggunakan sensor 24 megapixel yang bisa ditemukan pada Nikon D610, termasuk juga filter Anti Aliasing yang merupakan trend Nikon baru-baru ini. Dengan apa yang ada pada D750 maka kita tidak bisa mengharapkan apa yang diusung oleh D750 sangat mendekati D810 dengan resolusi sensornya yang tinggi (36MP). Namun hal positif yang bisa diambil dari D750 adalah ukuran file akan lebih kecil dan kamera baru ini mampu bekerja dengan lebih cepat.






 


Harga untuk kamera DSLR Nikon D750 ditawarkan dengan harga Rp. 22.000.000, masih cukup mahal namun sesuai dengan spesifikasi yang diusungnya. 





Perbandingan Nikon D610, Nikon D750 dan Nikon D810

Specification
Nikon D610
Nikon D750
Nikon D810
Sensor resolution (type)
24.3MP CMOS
24.3MP CMOS
36.3MP CMOS (no OLPF)
Autofocus System
39 points with 9 cross-type
51-points with 15 cross-type
51-points with 15 cross-type
(Multi-CAM 2700)
(Multi-CAM 3500 II)
(Multi-CAM 3500)
Metering System
2,016 pixel RGB sensor
91,000 pixel RGB sensor
91,000 pixel RGB sensor
ISO sensitivity range
100-6400
100-12,800
64-12,800
(25,600 expanded)
(51,200 expanded)
(51,200 expanded)
Maximum shutter speed
1/4000th
1/4000th
1/8000th
Shutter rating
150,000 releases
150,000 releases
200,000 releases
Accessory connector
Multi-interface
Multi-interface
10-pin screw-in type
Memory card slots
2 SD slots
2 SD slots
1 SD, 1 Compact Flash
Aperture control in live view/video
No
Yes
Yes
LCD
Fixed 3.2"
Tilting 3.2"
Fixed 3.2"
920,000 dots
1.2m dots
1.2m dots
Maximum framerate
6 fps
6.5 fps
5 fps
Movie Mode
1080p/30
1080p/60
1080p/60
Wi-Fi
Optional WU-1b
Internal
Optional WT-5A
Battery life (CIPA)
900 shots
1230 shots
1200 shots
Dimensions
141 x 113 x 82 mm (5.6 x 4.4 x 3.2 in)
140.5 x 113 x 78mm (5.6 x 4.5 x 3.1 in)
146 x 123 x 82 mm (5.8 x 4.9 x 3.3in)
Weight (with battery)
760 g (1.7 lb)
755 g (1.7 lb.)
880 g (1.9 lb.)


Spesifikasi Kamera DSLR Nikon D750 Full Frame

Body type
Body type
Mid-size SLR
Body material
Magnesium alloy, carbon fiber
Sensor
Max resolution
6016 x 4016
Other resolutions
FX: 4512 x 3008, 3008 x 2008, 1.2x crop: 5008 x 3336, 3752 x 2504, DX: 3936 x 2624, 2944 x 1968, 1968 x 1312
Image ratio w:h
3:02
Effective pixels
24 megapixels
Sensor photo detectors
25 megapixels
Sensor size
Full frame (35.9 x 24 mm)
Sensor type
CMOS
Processor
Expeed 4
Color space
sRGB, Adobe RGB
Color filter array
Primary Color Filter
Image
ISO
Auto, 100-12800, expandable to 50-51200
White balance presets
12
Custom white balance
Yes (6 slots)
Image stabilization
No
Uncompressed format
RAW
JPEG quality levels
Fine, Normal, Basic
File format
JPEG
Raw (NEF, lossless compressed, compressed 12 or 14 bit)
Optics & Focus
Autofocus
Contrast Detect (sensor), Phase Detect, Multi-area, Center,  Selective single-point, Tracking, Single, Continuous, Face Detection, Live View
Autofocus assist lamp
Yes
Digital zoom
No
Manual focus
Yes
Number of focus points
51
Lens mount
Nikon F
Focal length multiplier
Screen / viewfinder
Articulated LCD
Tilting
Screen size
3.2″
Screen dots
1,229,000
Touch screen
No
Screen type
TFT-LCD
Live view
Yes
Viewfinder type
Optical (pentaprism)
Viewfinder coverage
100%
Viewfinder magnification
0.7×
Photography features
Minimum shutter speed
30 sec
Maximum shutter speed
1/4000 sec
Exposure modes
Program
Shutter priority
Aperture priority
Manual
Scene modes
Portrait, Landscape, Child, Sports, Close-up, Night Portrait, Night Landscape, Party/Indoor, Beach/Snow, Sunset, Dusk/Dawn, Pet, Candlelight, Blossom, Autumn Colors, Food
Built-in flash
Yes
Flash range
12.00 m (at ISO 100)
External flash
Yes (Hot-shoe, Wireless)
Flash modes
Auto, Auto FP high-speed sync, auto w/redeye reduction, auto slow sync, auto slow sync w/redeye reduction, fill flash, rear-curtain sync, rear-curtain w/slow sync, redeye reduction, redeye reduction w/slow sync, slow sync, off
Flash X sync speed
1/200 sec
Drive modes
Single-frame [S] mode, Continuous low-speed [CL], Continuous high-speed [CH],  Quiet shutter release, Quiet continuous, Self-timer, Mirror lockup
Continuous drive
6.5 fps
Self-timer
Yes (2, 5, 10, 20 secs)
Metering modes
Multi
Center-weighted
Highlight-weighted
Spot
Exposure compensation
±5 (at 1/3 EV, 1/2 EV steps)
AE Bracketing
(2, 3, 5, 7 frames at 1/3 EV, 1/2 EV, 2/3 EV, 1 EV, 2 EV steps)
WB Bracketing
Yes (2-9 exposures in 1, 2, or 3EV increments)
Videography features
Resolutions
1920 x 1080 (60p, 50p, 30p, 25p, 24p), 1280 x 720 (60p, 50p)
Format
MPEG-4, H.264
Microphone
Stereo
Speaker
Mono
Storage
Storage types
SD/SDHC/SDXC (dual slots)
Connectivity
USB
USB 3.0 (5 GBit/sec)
HDMI
Yes (mini-HDMI)
Microphone port
Yes
Headphone port
Yes
Wireless
Built-In
Remote control
Yes (Wired or wireless)
Physical
Environmentally sealed
Yes (Water and dust resistant)
Battery
Battery Pack
Battery description
EN-EL15 lithium-ion battery & charger
Battery Life (CIPA)
1230
Weight (inc. batteries)
750 g (1.65 lb / 26.46 oz)
Dimensions
141 x 113 x 78 mm (5.55 x 4.45 x 3.07″)
Other features
Orientation sensor
Yes
GPS
Optional
GPS notes
GP-1/GP-1
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Fotografi Portrait - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger