Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

FOTO REFERENSI PHOTOGRAFI PORTRAIT




FotografiPortrait - Objek yang paling menarik bagi fotografer mungkin seorang model perempuan. Lima fotografer akan mengambil gambar dari orang yang sama cukup berbeda.

Tidak ada hal-hal sepele dalam sebuah karya potret fotografer. Pose model, latar belakang, lampu, cermin - tergantung pada kualitas photoportrait tersebut. Namun faktor yang lebih penting adalah suasana model, kondisi dan emansipasi internal. Ini menunjukkan beberapa keterampilan tak terduga yang dibutuhkan untuk Portrait fotografer. Dia harus menjadi seorang psikolog, memiliki rasa humor yang baik, kemampuan untuk menciptakan suasana dan mood model.

Anda akan melihat karya-karya fotografer potret yang luar biasa dari waktu kita, dan belajar pelajaran fotografi potret.

Fotografi potret - ini adalah apa yang harus dihadapi setiap fotografer. Potret ini tidak mudah dilakukan karena banyak orang berpikir. Hal ini tidak cukup untuk hanya meminta orang untuk tersenyum dan menunggu "burung", tidak ada - foto portrait jauh lebih rumit. Jika Anda akan melakukan gambar tersebut pada pesanan, Anda harus menemukan beberapa menit untuk membaca artikel ini.

Jadi, apa yang harus Anda perhatikan, akan membuat menutup fotografi?

Pilih latar belakang yang tepat
Benar latar belakang yang dipilih harus fokus pada pengamat orang yang Anda memotret

Fokus pada mata
Seperti kata pepatah "mata - cermin dari jiwa manusia". Menyoroti mata, jangan lupa tentang emosi - Anda dapat meminta orang untuk tersenyum, cemberut, menggambarkan kemarahan.

Pencahayaan, pencahayaan lebih
Tentu saja, ini tidak berarti bahwa orang yang Anda memotret, perlu untuk mengirim array lampu dan foto-foto dirinya. Tidak, intinya adalah bahwa pencahayaan memainkan peran yang sangat penting dalam menciptakan foto berkualitas potret. By the way, dalam cahaya matahari yang cukup sulit untuk memotret

Positioning
Benar dipilih posisi untuk memotret - adalah kriteria kunci lain untuk mendapatkan foto potret yang baik. Jangan membatasi diri untuk foto-foto horizontal atau vertikal. Cobalah mengambil gambar dari sudut yang berbeda, termasuk semua nyata.

berikut beberapa contoh foto sebagai referensi untuk lebih memperdalam photografi portrait.

1. Andrey Dovbeshko




2. JustMerryMary

3. partisanstudio



4. Serge_FS


5. ValeriyPol



6. Анна Корсакова

7. Савушкин


8. Татьяна Преображенская




semoga bermamfaat...

http://www.portrait-photos.org/


REVIEW KAMERA DLSR NIKON TERBARU D 5500






FotografiPortrait. Kamera terbarunya ini menambah koleksi Nikon di lini entry level dengan tampilan penuh gaya. Kamera ini digadang sebagai kamera yang ringan namun kokoh. Tak hanya sebatas itu kamera baru tersebut juga dijejali dengan tambahan fitur yang sangat menakjubkan. Sebagai kamera penerus Nikon D5300 sebagai pendahulunya kamera baru ini masih mewarisi fitur yang sama seperti kemampuan merekam video full HD, built-in Wi-FI. Hal yang terbaru yang diusung oleh Nikon D5500 adalah diadopsikannya layar LCD 3,2 inch dengan fitur layar sentuh untuk operasi yang mudah. Nikon D5500 adalah kamera entry level pertama yang mengusung teknologi layar sentuh tersebut. Untuk lebih jauh mengenal kamera Nikon D5500 mari kita lihat review singkatnya berikut ini.

Sensor


Nikon D5500 mengusung sensor setinggi 24,2 megapixel DX-format CMOS APS-C tanpa low pass filter optik atau filter anti-aliasing. Artinya penggunaan sensor pada kamera baru ini masih mewarisi apa yang ada pada Nikon D5300 sebagai pendahulunya. Lalu apa fungsi filter yang di tiadakan dalam hal ini? Filter AA dalam hal ini berfungsi untuk mengurangi efek moire. Namun filter tersebut kini sudah ditinggalkan, karena dengan semakin tinggi nilai sensor efek moire yang muncul bisa diabaikan. Efek lain yang muncul dengan dihilangkannya filter tersebut justru akan memberikan keuntungan lain yaitu memberikan ketajaman yang jauh lebih baik pada gambar yang dihasilkan. Selain kelebihan yang didapat dari sensornya yang tinggi kamera ini juga telah dijejali dengan prosesor gambar EXPEED 4. Dengan prosesor gambar terbaru tersebut kinerja Nikon D5500 akan semakin cepat dalam mengolah data.

Layar dan Viewfinder

Fitur yang benar-benar baru telah dijejalkan pada kamera baru di tahun baru pula. Sebuah layar LCD dengan lebar 3,2 inch mengalami perbaikan yang sangat signifikan dari pendahulunya dimana D5500 telah mengadopsi fitur touch screen. Penambahan fitur layar sentuh sekaligus mengukuhkan Nikon D5500 sebagai kamera entry level pertama yang mengusung teknologi tersebut. Layar LCD ini juga memiliki lebihan lain seperti para pndahulunya yaitu bisa di buka dan diputar sehingga memudahkan pengguna untuk mengambil gambar dari sudut yang menarik. Layar yang terpasang pada kamera ini memiliki 1,37M dot yang membuatnya dapat terlihat jelas pada kondisi terang. Namun sangat di sayangkan dengan penambahan yang menakjubkan ini harus mengorbankan fitur lain untuk hilang yaitu tanpa ada GPS built-in.

Viewfinder untuk kamera ini masih menggunakan yang sama dengan pendahulunya yang menggunakan optical viewfinder dengan tipe pentamirror. viewfinder ini mampu memberi cakupan area hingga 95% dan pembesaran hingga 0,83x.

Video

Kamera ini juga memberikan tambahan yang juga menarik untuk diperhatikan yaitu kemampuan merekam video. Meskipun fitur ini bukan sebagai fitur utama namun cukup sering berguna bagi para pengguna. Kamera ini mampu digunakan untuk merekam video dengan kualitas full HD 1080 pada 60 fps. Hal ini sebenarnya tidak ada peningkatan dari kamera pendahulunya namun dengan kualitas perekaman video yang ada cukup memberikan kepuasan bagi para penggunanya. Dengan fitur tersebut tak hanya menarik para fotografer namun juga para videografer.

Konektivitas

Kamera terbaru rasanya akan aneh tanpa pelengkap konektivitas yang menarik. Dengan pertimbangan tersebut Nikon menambahkan berbagai kemudahan untuk terkoneksi dengan perangkat lain. Terdapatnya slot USB 2.0 cukup membantu pengguna untuk terhubung ke perangkat lain seperti komputer atau perangkat lain yang kompatibel. Dilengkapi dengan mini-HDMI juga memberikan kemudahan untuk melihat hasil dengan layar TV yang lebih besar. Yang sangat menarik adalah adanya built-in Wi-Fi, dengan fitur konektivitas ini pengguna dapat terhubung dengan cepat dengan perangkat smartphone atau perangakat lain yang kompatibel. Wi-Fi juga dapat dihubungkan dengan remote kontrol untuk pengambilan gambar dari jarak jauh.

Nah melihat dari review kamera DSLR Nikon D5500 di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kamera ini memberikan kemudahan operasi dengan fitur layar sentuh, Namun disayangkan penambahan yang baik justru menghilangkan fitur GPS nya. Secara keseluruhan teknologi yang diusung selain kedua hal tersebut sama dengan pendahulunya.

Kamera Nikon D5500 ini kemungkinan akana tersedia pada awal bulan Februari, jadi harga tepatnya masih belum bisa kita berikan saat ini. Namun perkiraan harga dari kamera ini akan dijual dengan harga $897 atau Rp. 11 jutaan (Body).


Spesifikasi Kamera DSLR Nikon D5500
Body type
Body type Compact SLR
Sensor
Max resolution 6000 x 4000
Other resolutions 4496 x 3000, 2992 x 2000
Image ratio w:h 3:02
Effective pixels 24 megapixels
Sensor photo detectors 25 megapixels
Sensor size APS-C (23.5 x 15.6 mm)
Sensor type CMOS
Processor Expeed 4
Color space sRGB, Adobe RGB
Color filter array Primary color filter
Image
ISO Auto, 100 - 25600
White balance presets 12
Custom white balance Yes (1)
Image stabilization No
Uncompressed format RAW
JPEG quality levels Fine, Normal, Basic
File format JPEG: Fine, Normal, Basic
RAW: 12- or 14-bit, compressed
DPOF compatible
DCF 2.0 compliant
Optics & Focus
Autofocus Contrast Detect (sensor), Phase Detect, Multi-area, Center, Selective single-point, Tracking, Single, Continuous, Touch, Face Detection, Live View
Autofocus assist lamp Yes
Digital zoom No
Manual focus Yes
Number of focus points 39
Lens mount Nikon F
Focal length multiplier 1.5×
Screen / viewfinder
Articulated LCD Fully articulated
Screen size 3.2″
Screen dots 1,037,000
Touch screen Yes
Screen type TFT LCD monitor
Live view Yes
Viewfinder type Optical (pentamirror)
Viewfinder coverage 95%
Viewfinder magnification 0.82×
Photography features
Minimum shutter speed 30 sec
Maximum shutter speed 1/4000 sec
Exposure modes Programmed auto with flexible program (P)
Shutter-priority (S)
Aperture priority (A)
Manual (M)
Scene modes Autumn Colors, Beach / Snow, Blossom, Candlelight, Child, Close-up, Dusk / Dawn, Food, Landscape, Night Landscape, Night Portrait, Party / Indoor, Pet Portrait, Portrait, Sports, Sunset, Special Effects Mode
Built-in flash Yes (Pop-up)
Flash range 12.00 m (at ISO 100)
External flash Yes (Hot-shoe)
Flash modes Auto, On, Off, Red-eye, Slow sync, Rear curtain
Flash X sync speed 1/200 sec
Drive modes Single frame, Continuous (low, high), Self-timer, Delayed remote, Quick-response remote, Quiet shutter release, Interval timer
Continuous drive 5.0 fps
Self-timer Yes (2, 5, 10 or 20 sec)
Metering modes Multi
Center-weighted
Spot
Exposure compensation ±5 (at 1/3 EV, 1/2 EV steps)
AE Bracketing ±2 (3 frames at 1/3 EV, 1/2 EV steps)
WB Bracketing Yes (3 frames in either blue/amber or magenta/green axis)
Videography features
Resolutions 1920 x 1080 (60, 50, 30, 25, 24 fps), 1280 x 720 (60, 50, 30, 25 fps), 640 x 424 (30, 25 fps)
Format MPEG-4, H.264
Microphone Stereo
Speaker Mono
Storage
Storage types SD/SDHC/SDXC
Connectivity
USB USB 2.0 (480 Mbit/sec)
HDMI Yes (mini-HDMI)
Wireless Built-In
Wireless notes Remote control / photo retrieval via smartphone
Remote control Yes (MC-DC2 (wired), WR-1/WR-R10 (wireless))
Physical
Environmentally sealed No
Battery Battery Pack
Battery description EN-EL14 / EN-EL14a lithium-ion battery & charger
Battery Life (CIPA) 820
Weight (inc. batteries) 420 g (0.93 lb / 14.82 oz)
Dimensions 124 x 97 x 70 mm (4.88 x 3.82 x 2.76″)
Other features
Orientation sensor Yes
Timelapse recording Yes
GPS None

MENGOPTIMALKAN LENSA KIT



FotografiPotrait. Lensa apa yang anda miliki....? Standar, tele atau makro. Apapun jenis lensa yang anda miliki, anda dapat mengoptimalkannya. Yang penting, Anda memahami untuk keperluan apa fungsi lensayang Anda miliki tersebut, termasuk lensa kit bawaan bundel kamera saat Anda membeli paket kamera.

Lantas bagaimana mendayagunakan lensa kit...?
Banyak pehobi menggunakan lensa kit untuk memotret, baik karena keterbatasan pilihan maunpun dana (  pitih). Lensa kit biasanya cukup untuk menjangkau jarak fokus normal dari 18-55 mm. Selain harganya terjangkau lensa ini cocok dengan banyak fitur kamera.

Anda perlu juga memahami keterbatasan penggunanaan Lensa Kit.  Pertama lensa kit biasanya memiliki aperture maksimal yang kecil, jadi cahasa yang masuk tak sebanyak lensa cepat.

Anda akan memerlukan pencahayaan yang cukup jika ingin memotret dengan kecepatan shutter yang sanggup membekukan gerakan dan menaikkan ISO pada kondisi pencahayaan yang lebih gelap, yang bisa berakibat menurukan kualitas gambar.

Yang kedua, lensa kit kemungkinan bukan lensa yang paling tajam. Lensa kit dapat berfungsi secara optimal dengan menurunkan aperture pada kisaran nilai tengan (f/8 -f/10), yang boleh jadi akan semakin menambah masalah pertama.

Ketiga, lensa kit juga bukan lensa tercepat dalam menemukan fokus, untuk mempercepat autofocus mengunci objek bergerak, sebelum mengubah dalam posisi auto, aturlah terlebih dahulu prafokus pada titik di tempat Anda ingin menangkap objek.

Demikian tips fotografi kali ini semoga bermamfaat.(adm)

Daftar Pustaka "Segala Hal Tentang LENSA" creativePHOTOGRAPHY

CLOSE UP FOTO


Selena Gomez by wallpaperstock.net


Fotografi Portrait - Apa yang setiap fotografer harus dihadapi. memoto close up ini tidak mudah dilakukan, karena banyak orang berpikir cukup untuk hanya meminta orang tersebut untuk tersenyum dan menunggu dijepret.Foto close - up jauh lebih rumit. Jika Anda akan melakukan gambar tersebut pada sebuah permintaan pesanan, Anda harus meluangkan beberapa menit untuk membaca artikel ini.

Jadi, apa yang harus Anda perhatikan, akan membuat close up fotografi?

1. Pilih latar belakang yang tepat
    Latar belakang benar dipilih harus fokus pada pengamat orang yang anda potret.

2. Fokus pada mata
    Seperti kata pepatah "mata adalah cermin dari jiwa manusia". Menyoroti mata, jangan lupa tentang emosi       Anda dapat meminta orang untuk tersenyum, cemberut, menggambarkan kemarahan, dll.

3. Lighting,
    pencahayaan lebih intinya adalah bahwa pencahayaan memainkan peran yang sangat penting
    dalam menciptakan kualitas foto portret. By the way dengan cahaya matahari akan cukup sulit untuk
    pengembilan gambar untuk itu oenggunaan peralatan tambahan untuk lighting akan sangat membantu
    untuk mendapatkan kualitas foto yang terbaik.   
    
4. Positioning
    Posisi benar dipilih untuk memotret adalah kriteria kunci lain untuk mendapatkan foto close-up yang baik.
    Jangan membatasi diri anda untuk foto horizontal atau vertikal. Cobalah mengambil gambar dari sudut
    yang berbeda, mendapatkan komposisi frame yang berbeda.

Sebenarnya dengan kondisi seperti ini, kita sebagai fotografer jadi harus belajar lagi untuk mengkreasikan pose atau gaya yang bisa diterapkan untuk foto close up tersebut agar hasilnya bisa lebih memuaskan para klien. Ada sedikit tips untuk foto close up :

- Gunakan lensa paling sedikit 80 mm ke atas untuk memotret close up agar terhindar dari efek distorsi.

- Berikan pose seluruh badan pada sang model kemudian shot dengan komposisi close up. Hal ini bertujuan
  agar pose sang model bisa lebih luwes jatuhnya.

- Gunakan elemen yang ada di studio untuk menciptakan pose-pose yang lebih variatif. Misalnya; elemen
  dari pakaian, aksesoris, properti studio dan lain-lain.

Sekian sedikit tips untuk berekspresi anda dalam memotret semoga dapat bermamfaat. slam jepret..

MEMOTRET SI BUAH HATI





Yogyakarta Memotret anak-anak adalah sesuatu yang mengasyikkan. Ekspresi lucu dan alami serta polah yang menggemaskan merupakan daya tarik utama mereka. Namun membuat semua daya tarik tadi bisa terlihat di foto adalah tantangan tersendiri karena memotret bayi ibarat memotret hewan di alam liar. Tips memotret anak kecil serta memotret ekpresi anak-anak atau bayi yang menyenangkan. Ekspresi anak kecil akan memancarkan pesona tersendiri dari wajah dan bahasa tubuh anak-anal tersebut. Dunia kecil miliknya yang tak dapat dimasuki oleh manusia membuat anak-anak semakin special.

Pekerjaan yang mengasyikkan adalah memotret anak-anak atau bayi. Namun jika kita tidak memiliki kesabaran yang lebih, memotret anak kecil malah membuat kita stres karena ulah anak-anak yang susah untuk diatur. Namun ekspresi lucu dan alami serta polah yang menggemaskan merupakan daya tarik sendiri memotret anak kecil.
Cara memotret bayi & anak kecil tidak bisa dengan paksaan, akan tetapi butuh pendekatan dan mencoba mendekat ke dunia mereka untuk berinteraksi. Jika hal tersebut sudah dilakukan, untuk mengabadikan ekspresi anak kecil akan mendapatkan kemudahan.

Salah satu tips memotret anak kecil yang bisa diaplikasikan saat memotret anak-anak adalah, memotret pada ‘eye-level’ bayi tersebut. Ada banyak foto bayi yang diambil dari angle atas, sekitar 2-3 meter diatas bayi tersebut, jika boleh kami mengatakan, angle pemotretan bayi dari atas akan membuat bayi lucu tersebut tampak lebih kecil dan mirip dengan mainan.
Hindari menggunakan sinar flash yang memungkinkan dapat menggangu konsentrasi si anak, untuk itu gunakanlah cahaya sekitar ( Natural light ). Berikut adalah tips dan trik untuk memotret anak kecil tersebut.



Tips Memotret Anak Kecil & Bayi
  1. Sabar Menunggu Momen yang Tepat Anak-anak biasanya aktif dan tidak selalu bersedia untuk mendengarkan instruksi, sehingga mereka seakan menjadi bos selama pemotretan. Bicaralah dengan mereka, bangun hubungan dengan mereka dalam waktu yang singkat, sehingga mereka merasa nyaman dengan kehadiran Anda. Perhatikan mereka dan Anda harus siap dengan kamera Anda untuk saat-saat yang baik untuk dipotret, untuk hal ini dibutuhkan kesabaran agar mendapatkan momen yang baik dan menarik untuk dipotret, jangan lakukan dengan terburu-buru karena akan menghasilkan foto yang biasa-biasa saja.
  2. Foto Anak Kecil Saat Mereka Bermain dengan Mainan Anak-anak biasanya sangat melekat pada mainannya, terutama mainan favorit mereka. Potret lah mereka saat bermain dengan mainannya dan cari momen yang menunjukkan hubungan ketertarikan antara mereka dan mainannya. Jika Anda ingin, Anda bisa fokus pada tangan mereka saat bermain dengan mainannya saja tanpa memotret wajahnya.
  3. Perhatikan Latar Belakang (Background) dan Latar Depan (Foreground) Kecuali ada tujuan khusus, hindari pemotretan di lingkungan dengan latar depan dan latar belakang yang berantakan dan yang tidak diinginkan. Hindari memiliki sesuatu vertikal di belakang mereka yang akan terlihat seperti seolah-olah itu muncul dari kepala mereka. Objek utama yang Anda perhatikan adalah anak-anak, maka hilangkan objek yang tidak diinginkan untuk menekankan perhatian pada objek.
  4. Warna Itu Penting Jika Anda tahu tempat yang akan Anda tuju, rencanakan secara matang dengan memilih kombinasi yang baik dari warna antara pakaian anak-anak dan latar belakang / sekitarnya. Hindari memakai warna yang sama / serupa dengan lingkungan, karena akan membuat anak-anak kurang menonjol dalam foto.
  5. Lakukan Pemotretan di Pagi atau Sore Hari Saat memotret di luar ruangan, sebaiknya dilakukan di pagi atau sore ketika sudut matahari rendah dan kualitas cahaya lebih baik dan lebih lembut. Jika tidak memiliki pilihan selain memotret pada saat sudut matahari tinggi di waktu tengah hari, cobalah mencari tempat teduh di bawah pohon atau di mana matahari terhalang oleh gedung-gedung tinggi.
  6. Gunakan Jendela atau Tirai Untuk Mengurangi Cahaya Saat pemotretan dilakukan di dalam rumah, usahakan posisi anak di dekat jendela dengan wajahnya menghadap jendela atau salah satu sisi wajahnya diterangi cahaya dari jendela. Jika Anda memiliki tirai putih yang tipis, gunakan tirai tersebut untuk menyebarkan cahaya dan buat pencahayaan yang lembut jika diperlukan.
  7. Fokus Pada Mata Mereka Bagian terindah dari anak-anak adalah mata, untuk itu cobalah lakukan pemotretan dengan fokus pada mata mereka ketika Anda memotret dengan sudut pada wajah. 
  8. Carilah Ekspresi, Emosi dan HubunganMenangkap ekspresi anak-anak, emosi dan hubungan mereka dengan orang tua atau teman akan membantu membuat foto yang lebih baik dan bercerita. Jadi carilah wajah-wajah lucu, tawa, tawa dan bahkan menangis. 
  9. Rule of ThirdCobalah berkreasi dengan komposisi. Jika Anda biasa memotret anak dengan menempatkan mereka di tengah foto, coba lakukan pendekatan yang berbeda sekarang. Tempatkan posisi mereka dengan mengikuti Rule of Third (posisi mereka ada di titik persimpangan garis jika bidang foto dibagi menjadi 9 bagian yang sama besar).  
  10. Sejajarkan Posisi Kamera Dengan Mata MerekaMemotret anak-anak dari sudut yang tinggi menciptakan perspektif tidak menyenangkan. Bawa posisi kamera Anda sejajar mata mereka dengan cara jongkok atau berbaring.

Kunci sukses tips memotret bayi & anak kecil adalah menjadi seperti mereka. Kita harus mengeluarkan sisi kekanakan kita. Lakukan pendekatan melalui semangat bermain dan kita akan mendapatkan foto anak-anak yang berasal dari “dunia mereka”. Selamat Mencoba !(fr)

TEKNIK LOW KEYS LIGHTING UNTUK PORTRAIT

Yogyakarta : Maksud low key lighting adalah fotografi yang nuansa cahayanya gelap, begitu juga dengan arti high key adalah fotografi yang nuansa cahayanya terang.Teknik low key lighting sendiri lebih sering digunakan untuk memotret portrait (manusia), terutama dalam setting studio/indoor, dimana fotografer mengendalikan penuh sifat cahaya, arah, penyebaran, dan intensitas cahaya.Dalam teknik low key photography tidak selalu menggunakan sedikit lampu/sumber pencahayaan, low key lighting dapat juga menggunakan lebih dari banyak lampu dan atau aksesori pemantul cahaya (reflektor/cermin). Tujuannya untuk mengangkat detil pada beberapa bagian pada subyek/obyek foto.

Low Key lighting akan menonjolkan kontras dari sebuah objek foto. Bedanya terletak pada eksekusi serta hasil akhir. Pada foto low key lighting karena pencayahaan sangat minim, maka hanya ditekankan pada bagian-bagian tertentu objek foto. Baca juga Dasar Lighting dalam Fotografi.



Kapan waktu yang tepat belajar fotografi menggunakan teknik low key lighting ? teknik ini cocok untuk memberikan nuansa misterius, kesedihan ke dalam foto. Biasanya digunakan untuk foto kedukaan, portrait misterius, dan yang tema foto yang menyeramkan (horror). Namun low-key sering juga pada pemotretan arsitektur, still-life dan lainnya.

Cara memotret dengan low key adalah mempersiapkan latar belakang yang bernuansa gelap, seperti hitam atau warna gelap lainnya. Pengaturan exposure tidak harus di nol, tapi justru agak digelapkan supaya suasana gelapnya lebih kentara.

Untuk mencoba teknik low key ini dapat dimulai dengan menggunakan satu sumber pencahayaan dan latar belakang kain hitam atau warna lain yang gelap berwarna tua. Untuk portraiture, subyek/model mengenakan pakaian hitam atau warna gelap (Low Key Photography juga dikenal dengan istilah Black on Black). Tujuannya untuk mengutamakan wajah subyek/model kita “muncul” pada foto.

Untuk pemotretan portrait low key, biasanya tantangannya adalah mengarahkan cahaya ke bagian yang bagus dan membatasi cahaya untuk tidak menerangi hal-hal yang tidak diinginkan. Pose dan ekspresi subjek juga menentukan keberhasilan foto low key. Perlu komunikasi dan kerjasama antara fotografer dan subjek foto yang baik untuk menghasilkan foto low key yang menarik.

Dalam Low Key Lighting Photography, teknik Single Lighting ini dapat dikembangkan dengan menambahkan lampu untuk menyinari rambut atau bagian dari tubuh subyek/model kita untuk memisahkannya dengan latar belakang (hair light atau rim light). Berikut detail tips low key lighting :

Tips Cara Memotret Low Key Lighting
  1. Tentukan lokasi dengan kondisi cahaya yang tidak berlebihan, bahkan remang-remang juga lebih mudah untuk memotret low key. 
  2. Gunakan satu sumber cahaya, baik cahaya buatan atau cahaya alami (natural light) yang bisa bersumber  dari jendela, lampu belajar Dll. Atur posisi subjek yang akan difoto hingga mendapatkan efek yang dramastis. Anda juga bisa menggunakan reflector untuk mendapatkan efek cahaya yang lebih bagus.
  3. Atur exposure jika hasil foto terasa gelap ataupun sebaliknya. Kombinasikan setingan aperture, ISO dan kecepatan rana kamera Anda atau biasa disebut setiga exposure. 
  4. Low key portrait dapat terlihat lebih dramastis bila menggunakan satu cahaya dari samping, untuk itu jangan  menggunakan flash kamera digital Anda, matikan flash kamera saat memotret low key portrait.
  5. Foto jenis apapun, komposisi menjadi peranan yang penting. Atur komposisi foto portrait Anda. Dalam hal ini Anda bebas bereksperimen untuk mengatur komposisi subjeknya. Foto portrait yang tidak melakukan eye contact langsung dengan kamera juga bisa membuat foto low key portrait lebih dramastis. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa mendapatkan ekspresi atau momen-momen menarik yang tak terduga.

Demikian penjelasan sederhana tips fotografi tentang teknik fotografi low key lighting untuk foto portrait semoga dapat meningkatkan kemampuan para pembaca dalam memotret (fr)

sumber : tipsfotografi.net

TIPS MEMOTRET MODEL AGAR LEBIH TERLIHAT CANTIK

Yogyakarta Menurut Seorang Fotografer terkemuka di Indonesia Arbain Rambey, Bagi pecinta fotografi namanya sudah tak asing lagi. Dalam acara tayangan tv berjudul yang diambil dari nama dia sendiri "Klik Arbain" yang ditayangkan kompas.tv. Pada episode Photo Portrait menjelaskan bahwasanya dalam Foto portrait atau portraitur merupakan kegiatan memotret manusia dengan segala karakternya. Foto portrait sendiri hampir seusia dengan fotografi sendiri. Karena pada awalnya fotografi memang diciptakan untuk memotret manusia.



Melalui foto portrait kita dapat menegaskan karakter manusia yang kita potret dengan banyak cara. Salah satunya dengan mengatur pencahayaan. Kita dapat mengatur cahaya yang tegas untuk memotret laki-laki dan cahaya yang lembut untuk perempuan. Kita juga dapat mengatur angle foto tersebut. Ada tiga jenis angle yang bisa didapatkan yaitu wajah, separuh wajah, dan seluruh tubuh. 

Sebuah foto portrait harus menampilkan karakter dari sang model. Salah satu cara yang dapat dilakukan fotografer adalah dengan melakukan directing atau pengarahan. Kita dapat mengeksplorasi dari berbagai sudut untuk memunculkan karakter sang model. Cara menentukan sudut terbaik seorang model sangat berkaitan erat dengan pengalaman dan jam terbang fotografer. Fotografer pemula dapat melatihnya dengan sering melihat foto portrait karya orang lain dan mempelajari karakter fotonya. 

Apabila menemukan seorang model yang sulit untuk diarahkan, fotografer dapat memotret sosok itu dengan apa adanya. Hasilnya pun akan terlihat natural. Foto portrait juga sering digunakan dalam dunia jurnalistik. Terkadang wartawan tidak dapat membawa peralatan foto lengkap seperti lampu. Padahal wartawan sering menjumpai kendala seperti kekurangan cahaya saat memotret. Arbain Rambey akan berbagi tips untuk menyiasati hal tersebut.Demikian tips ini disampaikan semoga bermamfaat. (fr)

MAMFAAT TRIPOD SAAT MEMOTRET



Yogyakarta/ 08 Nop 2013 Tripod atau penyangga sebuah kamera adalah hal yang sering dipergunakan dalam dunia fotografi professional. Tentunya hal ini menimbulkan pertanyaan tersendiri bagi sebagian besar orang terutama bagi para fotografer pemula. Kebanyakan dari mereka akan menanyakan kenapa harus menggunakan tripod untuk mengambil sebuah foto dan apa sebenarnya manfaat sebuah tripod itu sendiri.

Banyak orang yang enggan menggunakan tripod karena dinilai terlalu merepotkan. Belum lagi fakta bahwa kamera di masa sekarang sudah memiliki ISO tinggi yang memberi kecepatan shutter yang cepat dan juga adanya fitur image stabilizer yang dapat meredam getaran tangan sang fotografer itu sendiri. Dibalik semua kemajuan tekhnologi dan fitur-fitur modern yang dapat ditemukan pada sebuah kamera, guncangan akan tetap terjadi walaupun secara sekilas terlihat bahwa hasil foto yang diambil sudah cukup baik. Efek dari goncangan kamera dapat dilihat lebih jelas saat foto tersebut diperbesar atau dilihat lebih teliti.

Sebuah tripod akan memberikan manfaat pada seorang fotografer yaitu:

  • Mengeliminasi adanya guncangan kamera dan memberikan gambar yang jauh lebih halus.
  • Memudahkan sang fotografer dalam menggunakan shutter rendah
  • Memberikan fotografer rentang pemilihan aperture yang lebih luas
Dalam beberapa kondisi pemotretan, sebuah tripod mutlak diperlukan, contohnya saja dalam kondisi pemotretan yang disebutkan dibawah ini:

  • Fotografi menggunakan slow shutter speed. Pada kondisi pemotretan dengan menggunakan slow shutter speed (dibawah ¼ detik), sebuah tripod mutlak diperlukan karena fitur-fitur yang ada sperti image stabilizer tidak akan bisa meredam guncangan tangan.
  • Fotografi dengan menggunakan self timer. Sering kali seorang fotografer ingin masuk ke dalam object foto yang mereka ambil dan mereka menggunakan mode self time. Hal ini tentunya tidka kan bisa tercapai tanpa bantuan sebuah tripod.
  • Fotografi dengan menggunakan filter ND. Filter ND adalah jenis fitler yang sering digunakan untuk pemotretan landscape. Filter ini akan mengurangi jumlah cahaya yang masuk kedalam kamera sehingga sang fotografer bisa menggunakan shutter lambat untuk mendapatkan efek motion blur. Penggunaan shutter lambat memerlukan sebuah tripod unutk mendapatkan hasil terbaik seprti yang sudah disebutkan pada prinsip sebelumnya
  • Fotografi dengan menggunakan lensa tele. Lensa tele merupakan lensa yang sangat cocok untuk memotret objek di kejauhan karena memiliki jarak fokal yang panjang. Semakin panjang jarak fokal yang dipakai, resiko getaran tangan akan semakin tinggi dan saat inilah sebuah tripod menjadi mutlak diperlukan untuk mencegah terjadinya blur.

Berhati-hatilah dalam membeli tripod, karena tidak semua tripod cocok dengan kamera anda. Jenis kamera DSLR dengan lensa tele membutuhkan tripod yang baik dan cukup kuat untuk menyangga kamera sehingga tidak gampang jatuh. Sedangkan jenis kamera saku biasanya cocok dipasang pada semua jenis tripod.

PERBEDAAN PEMOTRETAN MODEL DENGAN POTRAIT



Yogyakarta : 08 Nopember 2013/ Fotografi model lagi booming sejak beberapa tahun lalu. Di setiap acara yang melibatkan model (apalagi yang sensual) pasti mendapatkan banyak peserta. Selain fotografi model, ada juga yang namanya fotografi portrait.

Kadang-kadang kedua istilah tersebut tumpang tindih. Maka itu saya akan coba jelaskan apa sih bedanya antara fotografi model dengan fotografi portrait.

Secara sederhana fotografi model adalah membuat gambar yang melibatkan model. Nama jenis fotografi ini memang berasal dari subjek yang difoto.

Contohnya fotografi landscape memotret pemandangan, fotografi portrait itu memotret orang. Tapi bedanya dengan fotografi model adalah fotografi portrait membuat gambar yang mengekspresikan karakter orang tersebut.

Perbedaan terbesar dari fotografi model dengan fotografi portrait orang biasa adalah subjek fotonya (model) bekerjasama dengan fotografer untuk mewujudkan suatu gambar sesuai dengan kehendak fotografernya.

Fotografer memutuskan bagaimana posenya, ekspresinya, arah pandangan dan sebagainya. Model yang bagus adalah mereka tau bagaimana cara berpose untuk mempermudah fotografer mendapatkan foto yang bagus.

Kualitas ketrampilan model ini membedakan antara model yang berpengalaman dan tidak. Jadi model yang bagus itu tidak dinilai dari wajah dan postur tubuh saja.

Saat fotografer bekerja dengan model yang berpengalaman, dia dapat berkonsentrasi dengan teknik dan hal-hal yang berkenaan dengan fotografi (seperti setting pencahayaan, kamera, dan alat lainnya) daripada mengatur pose dan ekspresi model secara spesifik.

Meskipun demikian, fotografer harus berkomunikasi dengan model dan menyampaikan apa yang mereka ingin dapatkan. Kemudian model akan mengunakan ketrampilannya untuk mewujudkan gambar tersebut dari pose, ekspresi, atau gerakan tubuhnya.

Meskipun memakai jasa model berpengalaman terkesan lebih mudah, tapi tidak semudah yang dibayangkan. Fotografer harus memiliki ide/imajinasi yang bagus dan memiliki kemampuan interpersonal yang baik untuk menyampaikan apa yang diinginkan.

Ibaratnya, jika Anda masuk ke dalam satu tim yang berisi orang-orang hebat, Anda juga harus meningkatkan diri supaya setara dengan orang-orang di tim tersebut. Jika tidak, hasil optimal bisa tidak tercapai.

Sedangkan di dalam fotografi portrait, fotografer mencoba membuat foto yang dapat menggambarkan sifat subjek foto. Pe-er fotografer yaitu mengenal orang tersebut, mencari latar belakang, dan props yang sesuai untuk memperkuat fotonya.


foto by Hannes Caspar


Fotografer juga berinteraksi dengan subjek supaya ekspresi dan bahasa tubuh dari subjek foto bisa keluar dengan alami. Portrait yang juga merekam lingkungan hidup subjek dinamakan environmental portrait. Sedangkan portrait yang hanya wajah saja, sering disebut close-up atau headshot.

Seperti jenis fotografi lainnya, fotografi model dan portrait membutuhkan keahlian teknis dan pemahaman tentang pencahayaan. Ada fotografer yang menspesialisasikan diri ke pencahayaan di studio dengan lampu kilat, ada pula yang hanya memotret di luar ruangan.

Dengan memahami dan mengunakan cahaya, fotografer dapat membuat foto model yang bagus sesuai harapan. Jenis fotografi lainnya seperti fotografi pemandangan, still life dan lainnya juga mementingkan hal ini.

Satu hal yang sangat penting dalam fotografi portrait & model adalah ketrampilan berinteraksi antar manusia (interpersonal skill). Fotografer harus belajar bagaimana cara untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan subjek.

Jadi, fotografi portrait dan model ini memang tidak mudah karena membutuhkan ketrampilan yang tidak hanya soal teknis mengunakan peralatan fotografi dan pencahayaan saja.

Sebagai kesimpulan, fotografi model dimulai dari sebuah ide dan imajinasi dari fotografer model. Kemudian model yang baik akan menjadi aktor/aktris yang membantu fotografer mendapatkan foto yang bagus.

Sedangkan fotografi portrait bertujuan untuk merekam kepribadian seseorang. Fotografer portrait yang baik akan mengunakan ketrampilannya untuk membuat foto yang menceritakan orang tersebut.

Sumber : DetikFoto

SEJARAH PANJANG "FOTOGRAFI"




Sejarah Fotografi

Asal kata Fotografi (dari bahasa Inggris: photography, berarti "gambar cahaya") adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya.

Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.

Sejarah fotografi tidak akan lepas dari penemuan kamera dan film. Dengan penemuan film, kita dapat mereproduksi gambar, dan proses pencahayaan film tersebut terjadi di dalam kamera. Menurut sejarah, prinsip kerja kamera telah ditemukan sejak zaman Aristoteles, bahkan mungkin sebelumnya Kemudian penemuan kamera obscura ditemukan oleh Leonardo da Vinci, sorang pelukis dan ilmuwan. Kamera obscura berupa sebuah kamar gelap yang diberi lubang kecil di salah satu sisinya, sehingga seberkas cahaya dapat masuk dan membuat bayangan dari benda-benda yang ada di
depannya. Pada mulanya kamera ini tidak begitu diminati, karena cahaya yang masuk amat sedikit, sehingga bayangan yang terbentuk pun samar-samar. Penggunaan kamera ini baru populer setelah ditemukannya lensa pada tahun 1550.Dengan lensa pada kamera ini, maka cahaya yang masuk kekamera dapat diperbanyak, dan gambar dapat dipusatkan,sehingga menggambar menjadi lebih sempurna.

Pada Tahun 1575, kamera portable yang pertama baru dibuat, dan penemuan kamera ini untuk menggambar makin praktis. Baru tahun 1680 lahir kamera refleks pertama, namun penggunaannya masih untuk menggambar, karena bahan baku untuk mengabadikan benda-benda yang berada di depan lensa selain dengan menggambar masih belum ditemukan. Jadi, pada zaman tersebut, kamera masih dipakai hanya untuk mempermudah dalam menggambar.



Sejarah perjalanan  fotografi  tidak bisa dilepaskan dari peran seorang ilmuiwan Arab yang bernama Al-Hazen. Pada abad ke-10, Al-Hazen sudah mengutarakan penemuannya mengenai  tehnik fotografi yang  sederhana, yakni melihat gerhana matahari melalui media ruangan gelap yang di dalamnya terdapat  lubang kecil (pinhole). Pernyataan atau penjelasan Al-Hazen itu kemudian dikembangkan secara lebih nyata lagi oleh seorang ahli fisika dan mate,matika  berkebangsaan Belanda, Reinerus Gemma-Frisius (1544), seorang ahli fisika dan matematika berkebangsaan Belanda. Apa yang dikemukakan Al-Hazen dan dikembangkan oleh Reinerus Gemma-Frisius itu kemudian terwujud di dalam kamera yang disebut obscura.

Giambattista della Porta, seorang ahli fisika Italia, pada tahun 1569 telah memasang kamera abscura berukuran besar yang pertama. Komponen utama kamera obscura ini adalah sebuah kamar gelap. Di bagian atas kamar gelap itu terdapat lubang (dengan lensa bulat cembung) dan di atasnya terdapat pula sebuah cermin yang berada di sudut 45 derajat terhadap horison. Cahaya masuk ke kamar gelap melalui lubang tersebut. Sinar dari cahaya itu memantul secara vertikal ke bawah, dan jatuh ke permukaan meja besar berwarna putih.


Sejak prinsip-prinsip ’fotografi’ itu dinyatakan Al-Hazen pada abad ke-10, kemudian diikuti perkembangannya yang pesat pada abad ke-19, hingga hari ini fotografi tidak pernah berhenti memainkan dan meningkatkian perannya bagi kepentingan kehidupan manusia. Eksistensi fotografi yang semakin nyata bagi kehidupan manusia ini tidak bisa lepas dari jasa dua orang Perancis, Nicephore Niepce dan Jacques Mande Daguerre yang sejak 1811 telah berupaya menciptakan serta mengembangkan teknologi fotografi tersebut.


Kronologi perkembangan fotografi dimulai dengan: 
  1. Foto Heliografi dengan subyek pemandangan yang pertama dibuat  oleh Joseph Nicéphore Niépce pada tahun 1826 
  2. Citra berwarna yang pertama, Maxwell, 1861.
  3. Foto berwarna yang pertama dibuat oleh Louis Ducos du Hauron pada tahun 1877.
  4. High speed photography, Muybridge, 1878
  5. Citra hasil pemindaian komputer digital, 1957
  6. Sejarah penemuan film dimulai ketika orang berusaha untuk  dapatmengabadikan benda yang berada di depan kamera,  sudah mulai berkembang sejak abad ke-19, dengan adanya penemuan penting oleh Joseph Niepce, seorang veteran Perancis.
  7. Dia bereksperimen dengan menggunakan Aspal Bitumen Judea. Dengan pencahayaan 8 jam, ia berhasil mengabadikan benda yang berada di depan lensa kameranya menjadi sebuah gambar pada plat yang telah dilapisi bahan kimia tersebut. Namun melalui percobaaan ini masih belum dapat membuat duplikat gambar.
  8. Sir Henry Talbott menemukan Callotype dari bahan kertas yang gambar-gambarnya berupa gambar negatif dan dapat direproduksi. Tapi penemuan ini kurang diminati, karena hasilnya kurang tajam.
  9. Kemudian lahirlah Collodion, bahan baku fotografi yang diperkenalkan oleh Frederick Scott Archer, dengan menggunakan kaca sebagai bahan dasarnya. Proses ini adalah proses basah. Bahan kimia tersebut dilapiskan ke kaca, kemudian langsung dipasang pada kamera obscura, dan gambar yang dihasilkan lebih baik.
  10. Tahun 1895, George Eastman membuat film gulung (roll film)   dengan bahan gelatin, yang dipakai untuk memotret (mengabadikan citra alam) sampai sekarang ini.
Rangkaian sejarah fotografi diatas merupakan sebuah Penemuan-penemuan yang telah mempermudah kita dalam mengabadikan benda-benda yang berada di depan lensa dan mereproduksinya, sehingga para fotografer, baik amatir maupun profesional dapat menghasilkan suatu karya seni tinggi, tanpa perlu terhalang oleh keterbatasan teknologi.

 
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Fotografi Portrait - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger